10 SKPD Belum Bayarkan Honor Tenaga Kontrak

Tanjung (Suara NTB) – Sebanyak 10 SKPD lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga saat ini belum membayarkan honor tenaga kontrak bulan Januari – Maret 2017. Sementara 19 SKPD lainnya sudah menerima honor dimaksud.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Utara, Drs. H. Raden Nurjati yang dikonfirmasi perihal kejelasan honor tenaga kontrak, mengakui masih ada SKPD yang belum mengajukan pembayaran honor. Belum diketahui apa penyebab hingga masih ada SKPD yang belum mengajukan proposal pembayaran honor ke Bapenda.

Iklan

“Dari 10 SKPD yang belum membayar, 3 SKPD diantaranya sedang dalam proses pembayaran seperti Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemdes, Disbudpar dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Sedangkan yang sama sekali belum mengajukan ada 7, yaitu Dinsos, Dishub, Diskominfo, Kecamatan Pemenang, Kecamatan Tanjung, Kecamatan Gangga dan Kecamatan Bayan,” ungkap Nurjati di ruang kerjanya, Rabu, 12 April 2017.

Nurjati mengaku tak memperhatikan detail nominal pembayaran tiap SKPD, apakah sama dengan nominal tahun sebelumnya. Namun seperti di SKPD yang dipimpinnya, ia mengklaim nominalnya sama dengan tahun lalu dikarenakan tidak ada pengurangan jumlah tenaga kontrak sebanyak 22 orang.

Honor yang diterima oleh para tenaga kontrak untuk 3 bulan pertama tahun 2017. Honor bulan berjalan selanjutnya akan dibayarkan pada awal bulan berikutnya.

Untuk diketahui, bahwa berdasarkan kesepakatan dengan DPRD tiap orang tenaga kontrak memperoleh honor sebesar Rp 850 ribu.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Lombok Utara, H. Syamsul Rizal, S.Pi., di ruang kerjanya mengakui tenaga honor di Dishub belum menerima honor. Hal ini dikarenakan kesibukan dinas yang terlampau tinggi, mulai dari peresmian Terminal Teluk Nara hingga agenda pertemuan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Gili Trawangan beberapa waktu lalu.

Keterlambatan pengajuan honor tenaga kontrak juga disebabkan kelengkapan berkas usulan masih belum lengkap. Pasalnya, para tenaga kontrak ditugaskan menyebar dari 3 Gili hingga ke Senaru, Bayan. “Hari ini berkasnya sudah selesai dan siap diajukan ke BPKAD. Pekan ini juga kita akan bayarkan honornya,” kata Rizal.

Jumlah tenaga honor Dishub sesuai SK yang ditandatangani setelah ujian sebanyak 25 orang, dari 26 orang yang ikut tes asesmen. Satu orang diketahui tidak memenuhi syarat namun akan diajukan kembali untuk di tes pada tahap berikutnya.

Dishub sendiri mengantongi jatah tenaga kontrak sebanyak 39 orang, dari kebutuhan ideal 50 orang. Sesuai DPA terdapat tambahan tenaga kontrak yang disetujui yakni 12 orang, sehingga pihaknya akan mengajukan 12 orang ini untuk ikut dites.

“Rata-rata tambahan tenaga ditempatkan sebagai Opdal (jaga lalu lintas), dimana untuk Opdal yang ada hanya 5 orang yang seluruhnya kontrak. Untuk Opdal saja kita butuh sekitar 20 orang, ditambah tenaga di terminal untuk jaga cleaning services dan tenaga administrasi Terminal,” pungkasnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here