10 KK Terancam, Sejumlah Rumah Warga di Lobar Rusak Diterjang Longsor

Sejumlah rumah warga rusak terdampak longsor di Narmada Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Giri menang (Suara NTB) – Bencana longsor menerjang Dusun Karsang Taliwang Desa Dasan Tereng Kecamatan Narmada, Jumat, 4 Desember 2020 sekitar pukul 13.00, setelah salat Jumat. Akibat longsor yang disebabkan talud jebol tersebut, sebanyak empat unit rumah rusak sedang dan satu rumah terancam longsor. Selain itu, 10 rumah yang berada di sekitar lokasi juga terancam terdampak longsor susulan.

Tim Pemda pun langsung turun melakukan penanganan terhadap para korban terdampak. Informasi dari PLT Camat Narmada M Busyairi, bahwa longsor terjadi akibat jebolnya talud pengaman rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Talud itu jebol diakibatkan oleh tingginya curah hujan di sekitar wilayah Narmada dan sekitarnya.

“Kejadiannya terjadi pada pukul 13.00 (ba’da sholat Jumat) 4 Desember 2020. Longsor itu mengakibatkan empat rumah rusak sedang dan satu rumah terancam longsor susulan,”jelas Busyairi yang dikonfirmasi melalui telepon.

Lokasi kejadian jelas dia memang rawan longsor karena berada di ketinggian kemiringan (lereng). Dimana ketinggiannya kurang lebih 10 meter dengan panjang kurang lebih 16 meter.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan kajian, di daerah itu terdapat 10 rumah warga terancam terdampak bencana longsor susulan kalau tidak segera ditangani. Terdiri dari lima rumah bagian atas, tiga rumah bagian bawah dan dua rumah dibagian bawahnya lagi.

Saat ini, berdasarkan informasi dari pihak desa warga butuh tenda. Dan Tim Tagana BPBD kata dia, sedang persiapan memasang tenda di lokasi.

Kasi Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, Tohri mengatakan pihaknya sudah turun melakukan penanganan. Pihaknya juga sudah memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana.

Pihaknya sudah menyalurkan sekitar tujuh jenis bantuan kepada korban terdampak. Diantaranya, terpal ukuran 8×9 sebanyak tiga lembar, terpal 4×8 sebanyak empat lembar, tikar blangket empat lembar, tikar matras sebanyak empat lembar, selimut delapan lembar, paket sandang tiga paket dan mie instan empat kardus.

Ia menyebut terdapat empat rumah warga terdampak dan satu unit rawan terdampak. Beberapa rumah di sekitar lokasi juga terancam. Karena sudah terjadi retakan longsor. Langkah antisipasi mencegah korban jiwa disebabkan bencana longsor susulan, pihaknya sudah meminta warga segera mengungsi ketika terjadi hujan.

“Kami juga meminta agar lokasi longsor itu ditutup terpal sementara waktu, supaya tidak terkikis mencegah longsor,” jelas dia.

Untuk penanganan jangka panjang, diakuinya Tim teknis sudah turun melakukan kajian. Selanjutnya hasil kaji cepat Tim ini akan dilaporkan ke pimpinan untuk langkah selanjutnya. (her)