10 Hari Tidak Hujan, Warga di Bima Shalat Istisqa

Bima (Suara NTB) – Sepuluh hari tidak turun hujan, ratusan warga Desa Keli Kecamatan Woha, melaksanakan shalat Istisqa (minta hujan), di lapangan desa setempat, Minggu, 26 Februari 2017 pagi.

Kepala Desa Keli Kecamatan Woha, Kasman Jainudin kepada Suara NTB mengatakan, shalat itu diikuti orang dewasa dan anak-anak, perwakilan BPD desa setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuka agama.

Iklan

“Selain shalat, juga digelar do’a bersama. Tujuannya meminta hujan kepada Sang Pencipta,” katanya.

Menurut dia, shalat minta hujan itu merupakan inisiatif dari warga. Yang meresahkan tanaman padi yang ditanam terancaman mati. Karena kondisinya saat ini, terlihat mulai layu dan menguning.

“Sudah 10 hari hujan tidak turun. Jika hujan tidak turun dalam beberapa hari kedepan, dikhawatirkan para petani terancam gagal panen tahun ini,” ujarnya.

Diakuinya, selama ini para petani hanya mengandalkan air hujan untuk menyirami tanaman di tegalan yang ditanami padi dan komoditi lainnya. Yang tercatat satu kepala keluarga (KK) memiliki luas lahan pertanian satu hingga dua hektar.

“Meskipun terdapat sumur bor, namun  tidak cukup karena kebutuhan area persawahan yang ditanam bawang,” ujarnya.

Terkait kondisi warga yang kesulitan air untuk menyiram, Kasman mengaku pihaknya belum berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda). Pemdes setempat masih melihat perkembangan beberapa hari kedepan. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here