10.000 Tiket MotoGP Ludes Terjual

Aktivitas kendaraan pekerja di pintu masuk menuju pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Lombok Tengah. Setelah kedatangan Bos Dorna Sport, Carmelo Ezpelata dan Carlos Ezpelata beberapa waktu lalu, pengerjaan sirkuit sepanjang 4,32 Km dengan 14 tikungan terus dikebut. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Animo masyarakat menyambut MotoGP Indonesia 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) terus meningkat. Salah satunya dapat dilihat dari kuota 10.000 tiket pre-booking yang ludes terjual sebelum batas waktu yang ditetapkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

’Pre-booking ini dilakukan selama 1 bulan, mulai 20 Januari sampai 20 Februari. 10.000 tiket tahap pertama yang disiapkan untuk pre-booking tiket Indonesia GP ini sudah habis sebelum batas waktu kemarin,’’ ujar Data Scientist MGPA, Yun Hariadi, saat dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 27 Februari 2020.

Iklan

Diterangkan Yun, dengan melakukan pre-booking tiket pihaknya akan memastikan ketersediaan tiket. Khususnya bagi pemesan yang secara otomatis akan mendapatkan tiket tersebut untuk menonton MotoGP di The Mandalika Street Circuit pada 2021 mendatang.

Saat ini MGPA tengah menyusun kembali data pembelian tiket pre-booking tersebut. Terutama untuk mengetahui kencenderungan pasar pemesan tiket. ‘’Kami telah memiliki rincian data pemesanan tiket, namun kami masih merekap data tersebut,’’ ujarnya.

Secara umum, pemesan tiket disebut banyak berasal dari masyarakat Indonesia sendiri. Selain itu, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pihak pengelola KEK Mandalika melalui akun resminya juga menegaskan bahwa pemesan tiket pre-booking akan mendapatkan keistimewaan. Yaitu kepastian ketersediaan tike IndonesianGP saat gelaran berlangsung, dan menjadi prioritas ketika pembelian tiket resmi dibuka.

Di sisi lain, dalam persiapannya progres pembangunan sirkuit secara keseluruhan disebut telah mencapai lebih dari 20 persen.  Sebagian besar dari progres tersebut adalah pekerjaan tanah dan perbaikan tanah dasar untuk penyiapan badan footprint.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan standar jalan, yang sebelumnya didesain hanya sebagai jalan kawasan dengan jalan kelas tiga, menjadi setara dengan jalan kelas satu agar sesuai dengan standar kekuatan struktur dan keamanan yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Progres pekerjaan tanah atau ground work sampai saat ini telah mencapai 40%.

Dalam waktu dekat ITDC juga akan memulai pekerjaan struktur perkerasan lentur secara berlapis. Dimulai dengan pekerjaan Lapis Pondasi Atas (LPA) pada bulan Juli hingga September 2020, dan dilanjutkan dengan pekerjaan tiga lapis aspal, yang diperkirakan akan selesai di Desember 2020.

Pengerjaan tanah dan perbaikan tanah dasar sirkuit akan dilakukan oleh KSO Wijaya Karya (Persero) Tbk – Bunga Raya Lestari (WIKA-BRL). Sementara pekerjaan struktur perkerasan lentur akan dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor, yang akan dipantau secara langsung oleh MRK1 Consulting sebagai desainer sirkuit Mandalika. Secara periodik pembangunan itu akan ditinjau langsung oleh pihak FIM. (bay)