1.867 Balita di Lobar Alami Gizi Kurang Tingkat Berat

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 1.867 balita di Lombok Barat (Lobar) berada di bawah garis merah (BGM) atau keadaan kurang gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu cukup lama. Jika balita BGM ini tak ditangani maksimal bisa berpotensi menyebabkan gizi buruk. Terkait itu, Dinas Kesehatan menjadikan atensi terhadap persoalan ini sehingga masuk pembahasan rencana aksi penanganan ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar H. Rahman Sahnan Putra menyatakan, selain masalah stunting pihaknya juga dihadapkan pada masalah balita BGM. “Status gizi balita menurut BB dan umur pengukur bulan Februari 2.86 persen atau sekitar 1.867 balita ada di garis merah BGM, pada posisi gizi kuning 17.66 persen dan gizi baik 78.74 persen,” kata Rahman.

Iklan

Disebutkan lebih rinci, dari hasil pengukuran yang dilakukan bukan Februari 2018 terhadap 75 persen bayi ditemukan status gizi balita antara lain 78.74 persen gizi baik, 17.66 persen gizi kuning, dan 2.86 persen BGM, sedangkan 0. 74 status gizi lebih.

Lebih dirincikan, jumlah balita BGM per kecamatan terdapat lima kecamatan yang kategori merah antara lain Lingsar sebanyak 266 balita dengan jumlah rata-rata BGM sebanyak 18 balita, Kecamatan Lembar 258 balita dengan rata-rata per desa ditemukan 26 balita, Kecamatan Gunungsari 252 balita dengan jumlah per desa sebanyak 16 balita dan Kecamatan Batulayar 192 balita dengan jumlah rata-rata per desa 21 balita BGM.

Lima kecamatan lain ditemukan BGM tergolong lebih rendah dibandingkan lima kecamatan tersebut yakni Narmada 222 balita dengan temuan per desa 11, Gerung 176 balita dengan temuan per desa 13 balita, Sekotong 129 balita dengan temuan per desa rata-rata 14 balita, Labuapi 117 balita dengan rata-rata per desa 10 balita BGM dan paling rendah di jumlah temuan 75 dengan rata-rata per desa 13 balita. (her)