1.668 Pengendara Kena Tilang di Lotim

Selong (Suara NTB) – Pelaksanaan Operasi Patuh Gatarin 2018 yang dilaksanakan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur (Lotim) berhasil menjaring sebanyak 1.703 pengendara. Jumlah pengendara yang terjaring tindak pelanggaran (tilang) meningkat dibandingkan di tahun 2017 yakni sebanyak 1.668. Sementara, dalam operasi patuh yang saat ini masih berjalan, tercatat 2 pengendara meninggal.

Kepada wartawan di Selong, Senin, 7 Mei 2018, Kasat Lantas Polres Lotim, AKP. I Made Hendra Agustina, SH, SIK, menjelaskan, pelaksanaan operasi patuh dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 26 April hingga 9 Mei 2018. Selama pelaksanaan, pengendara yang terjaring tilang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Termasuk dua pengendara mengalami kecelakaan dan meninggal.

Iklan

Tingginya pengendara yang terkena tilang dalam berkendaran menunjukkan masih adanya masyarakat yang melakukan pelanggaran dalam berkendara. Hal ini menjadi atensi dari Satlantas Polres Lotim. Misalnya, tidak menggunakan helm maupun atribut berkendara lainnya. Termasuk tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. “Untuk tilang hingga 12 hari pelaksanaan operasi patuh mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” klaimnya.

Mantan Kasat Lantas Kabupaten Loteng ini menyebutkan, selain tahun 2018 mengalami peningkatan jumlah tilang dibandingkan dengan tahun 2017. Untuk teguran di tahun 2018 sebanyak 342 kasus, jumlah laka sebanyak 3 kasus, meninggal dunia 2 orang dan luka ringan 3 orang serta kerugian materil Rp. 1 juta. Sementara untuk tahun 2017, jumlah tilang sebanyak 1.668 kasus, teguran nihil, jumlah laka 24 kasus dan meninggal dunia 5 orang, luka ringan 33 orang dan kerugian materil Rp18,7 juta. (yon)