1.600 Nelayan di Teluk Cempi Berhenti Menangkap Benih Lobster

Wahidin. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 1.600 nelayan di Teluk Cempi Kecamatan Huu, berhenti menangkap benih lobster atau benur. Hal itu disebabkan penghentian izin pengiriman biota laut tersebut keluar daerah. Untuk tetap bertahan hidup, mereka kini terpaksa beralih menangkap ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu, Ir. Wahidin, M. Si., kepada Suara NTB, Senin, 30 November 2020 menyampaikan, tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo atas dugaan menerima suap beberapa waktu lalu, memberi pengaruh yang besar bagi nelayan di daerah, terutama penangkap benih lobster di Teluk Cempi.

Bagimana tidak, izin pengiriman benur keluar daerah dihentikan sementara, sehingga mereka tak memiliki akses untuk menjual hasil tangkapannya. “Benih lobster yang ada di Teluk Cempi ndak bisa lagi kita ekspor. Akibatnya, berdampak pada pendapatan nelayan. Kasian masyarakat, apalagi sekarang ditengah pandemi Covid-19,” ungkapnya

Biasanya masyarakat pesisir Teluk Cempi di Kecamatan Huu, menjual hasil tangkapan benur ke pengusaha luar daerah, baik dari Lombok maupun Jawa. Tetapi kerena sudah tidak ada lagi penerbitan surat keterangan asal barang dari DKP dan Balai Karantina, mereka tak bisa membuat legalitas pengiriman keluar daerah.

Kondisi itu, lanjut Wahidin, praktis membuat 1.600 nelayan berhenti menangkap biota laut tersebut, meski ini menjadi sumber mata pencaharian utama dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. “Mesyarakat yang selama ini bergantung hidup dengan mencari benur, sekarang sudah mulai beralih menangkap ikan,” jelasnya.

Pada pesisir Teluk Cempi, tercatat sekitar 1.600 nelayan yang menggantungkan hidup mereka pada hasil tangkapan benur. Untuk benur jenis pasir, biasanya dipatok dengan kisaran harga Rp6-Rp7 ribu/ekor. Sementara jenis mutiara paling tinggi diambil pengusaha luar daerah Rp25 ribu/ekor.

Kendati penghentian izin pengiriman ini berimbas pada pendapatan harian nelayan, ia mengaku tak bisa berbuat banyak, seperti misalnya memberi bantuan pangan. “Kemarin hanya disalurkan barang berupa jaring penangkap dan alat pembekuan ikan dalam rangka penanggulangan Covid-19,” pungkasnya. (jun)