1.400 Karyawan Masih Dirumahkan

Hariadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Bencana non alam pandemi Coronavirus Disease atau covid-19 belum berakhir. Hal ini berimbas terhadap pekerja. Perusahaan ramai – ramai memutus kontrak dan memangkas gaji karyawan dengan alasan mengurangi biaya operasional. Hingga saat inmi, tercatat 1.400 pekerja di Mataram masih dirumahkan tanpa upah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Hariadi mengatakan tidak bisa mengintervensi lebih jauh kebijakan dari perusahaan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sampai saat ini. Dia memahami perusahaan merumahkan karyawan sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan operasional. Pola kerja pekerja diatur secara bergantian. “Tahu sendiri kondisi Covid-19 sampai sekarang belum berakhir. Ndak bisa juga kita berbuat lebih jauh lagi ke perusahaan,” kata Hariadi ditemui, Jumat, 26 Februari 2021.

Iklan

Catatan Disnaker sejumlah 1.400 pekerja masih dirumahkan tanpa digaji. Pihaknya memberikan pemagangan atau peningkatan keterampilan bagi pekerja yang dirumahkan. Pekerja dilatih selama satu bulan lalu dilanjutkan dengan magang tiga bulan di perusahaan. Tujuannya keterampilan diperoleh menunjang pekerja membuka usaha baru dan atau minimal siap bekerja di sektor lain. “Kita siapkan pemagangan atau pelatihan kepada karyawan,” jelasnya.

Sebagian perusahaan mempekerjakan karyawan secara normal. Tetapi gaji diterima dipangkas 25 – 50 persen. Hariadi menegaskan, perusahaan wajib membayar gaji karyawan penuh sesuai peraturan perundang – undangan. Berbeda halnya jika pekerja secara bergantian maka wajar gaji disesuaikan dengan jam kerja. “Kalau bekerja penuh dari pagi sampai sore bahkan sampai malam, perusahaan wajib bayar penuh gaji karyawan,” tegasnya.

Bidang Hubungan Industrial Disnaker akan mengecek ke masing – masing perusahaan kepastian informasi tersebut. Perusahaan tidak bisa memiliki kebijakan tanpa memperhatikan hak karyawan. Di satu sisi, kondisi finansial tidak bisa sepenuhnya jadi alasan untuk tidak membayar gaji pekerja. “Coba nanti kita akan telusuri,” demikian kata Hariadi. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional