1.196 Warga Selesai dalam Pengawasan dan Pemantauan Corona di NTB

Perkembangan terkini kondisi penanganan Covi-19 di NTB (Suara NTB/bpbdntb)

Mataram (Suara NTB) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi NTB mencatat 1.196 warga selesai dalam pengawasan dan pemantauan. Terdiri dari 42 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 1.154 Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH menyebutkan, seribuan warga tersebut sekarang dalam kondisi sehat. Sehingga mereka dipulangkan setelah melewati masa pengawasan dan pemantauan selama 14 hari.

Iklan

‘’Yang negatif-negatif Corona itu berarti sudah sembuh. Dia bukan Corona, tapi gejala klinisnya lain. Itu sembuh kalau sudah selesai dalam pengawasan. Kondisinya  sehat kemudian dipulangkan,’’ kata Aryadi dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 7 April 2020.

Merujuk data data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, per 6 April 2020, dari 93 PDP di NTB, sebanyak 42 orang sudah selesai dalam pengawasan. Sementara, 51 PDP masih dalam pengawasan.

42 PDP yang sudah selesai dalam pengawasan tersebut terdiri dari 13 warga Kota Mataram, 3 warga Lombok Barat, 5 warga Lombok Tengah, 2 warga Lombok Utara, 3 warga Lombok Timur. Kemudian, 2 warga Sumbawa Barat, 2 warga Sumbawa, 7 warga Dompu, 2 warga Bima, dan 3  Warga Negara Asing (WNA).

Sementara itu, 1.154 ODP sudah selesai dalam pemantauan. Dengan rincian 160 warga Kota Mataram, 311 warga Lombok Barat, 31  warga Lombok Tengah, 25 warga Lombok Utara, 377  warga Lombok Timur. Kemudian, 63 warga Sumbawa Barat, 66 warga Sumbawa, 14  warga Dompu, 50 warga Bima, 45 warga Kota Bima  dan 12  WNA.

Sedangkan jumlah ODP yang masih dalam pemantauan sebanyak 1.838 orang. Dengan rincian 107 warga Kota Mataram, 183  warga Lombok Barat, 61 warga Lombok Tengah, 148  warga Lombok Utara, 827 warga Lombok Timur. Kemudian, 21 warga Sumbawa Barat, 122 warga Sumbawa, 53 warga Dompu, 269  warga Bima dan 47 warga Kota Bima.

  Dilepas Gubernur, Ini JCH Tertua Asal NTB Berumur 104 Tahun

Selain itu, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB bertambah menjadi 10 orang. Sebanyak 3 orang warga Kota Mataram, satu warga Lombok Tengah, 4 warga Lombok Timur, satu warga Sumbawa dan satu warga luar Provinsi NTB.

Aryadi mengatakan, Pemprov menerapkan sistem kewaspadaan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga setiap warga atau orang asing yang baru datang dari daerah atau negara terpapar Covid-19, apabila menunjukkan gejala klinis sesak napas dan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius yang mirip dengan gejala-gejala Corona maka dimasukkan kategori PDP.

Kemudian bagi yang menunjukkan gejala ringan dimasukkan dalam kategori ODP. Dan mereka wajib dikarantina terpusat pada 12 lokasi yang telah disiapkan di kabupaten/kota. Bagi seribuan warga yang sudah selesai dalam pengawasan dan pemantauan ini, kata Aryadi harus tetap menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah.

‘’ODP selesai pemantauan itu waktunya karantina 14 hari sudah lewat. Dia sama dengan kita yang tak ada status apa-apa. Cuma dia harus tetap jaga kesehatan,’’ katanya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here