1.000 Hektare Sawah di Dompu Terancam Gagal Ditanami Padi

Ilustrasi Tanaman Padi. (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekitar seribuan hektar areal persawahan di Kabupaten Dompu terancam gagal ditanami padi. Pasalnya, areal ini, tidak memiliki saluran irigasi yang baik untuk mengaliri air ke persawahan petani. Beberapa saluran irigasi yang ada, saat ini dalam kondisi pendangkalan yang sangat parah, sehingga akan menghambat aliran air.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PKB, Akhdiansyah. Ia mengaku mengetahui hal itu saat dirinya meninjau langsung kondisi saluran irigasi yang sudah cukup lama menjadi keluhan para petani di sekitar itu.

Iklan

“Saya turun langsung meninjau saluran irigasi yang mengalami sedimentasi atau pendangkalan akibat tertimbun pasir, sehingga tidak bisa dialiri air untuk kebutuhan pertanian,” ujar Akhdiansyah.

Lebih lanjut ia menyampaikan setelah melihat langsung kondisi saluran irigasi dengan panjang 9 kilometer tersebut sangat memprihatikan sekali. Sebab aliran irigasi tersebut menjadi satu-satunya akses aliran air bagi lahan persawahan di tempat tersebut.

“Sangat memprihatinkan sekali, areal pertanian yang tidak bisa dialiri oleh air yang notabene menjadi kebutuhan utama pertanian di Dompu Selatan. Lebih-lebih pada Bulan Mei ini sudah mulai memasuki musim tanam,” kata anggota DPRD Provinsi NTB dari dapil VI (Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima) ini.

Saluran irigasi yang berada di daerah Kecamatan Dompu bagian selatan ini yang meliputi Desa Kandai, Desa Dorebara dan Mbawi, Kecamatan Dompu sudah mengalami pendangkalan setinggi dua meter yang otomatis menutup saluran irigasi sehingga tidak bisa dialiri air.

‘’Makanya sekitar 1000 hektare sawah terancam tidak bisa menanam padi di musim tanam ini. Karena itu kita harapkan PUPR Provinsi semoga bisa segera diatasi,’’ harapnya. (ndi). 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional