“L’Etape Indonesia” Jadi Event Pembuka MotoGP 2021

I Made Pari Wijaya (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gelaran L’Etape Indonesia by Tour de France disebut dapat menjadi event pemanasan menyambut MotoGP 2021. Pasalnya, gelaran gowes tersebut menjadi event pertama berskala internasional yang akan digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

‘’KEK Mandalika memang sudah dibangun dengan standar internasional. Untuk penyelenggaraan seperti (L’etape) ini ITDC sudah siap menjadi tuan rumah,’’ ujar Kepala Divisi Operasional PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), I Made Pari Wijaya, Rabu, 4 Maret 2020 di Mataram.

Iklan

Diterangkan Pari, L’etape menjadi kesempatan emas bagi pihaknya untuk mempersiapkan diri menyambut MotoGP 2021. Terutama untuk koordinasi dan kolaborasi dengan masyarakat sekitar untuk mempersiapkan event internasional dengan ribuan orang peserta.

‘’Jadi ini tidak hanya ITDC (yang bersiap), tapi juga masyarakat. ITDC jadi lebih siap menyelenggarakan, masyarakat juga teredukasi dan lebih siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan event internasional,’’ ujar Pari.

Bahkan dalam prosesnya, pemerintah daerah juga disebut mendapat kesempatan untuk melatih diri berkoordinasi dengan masyarakat dan stakeholder terkait. Khususnya untuk menyukseskan gelaran balap sepeda dengan jumlah peserta mencapai 1.300 orang tersebut.

Diterangkan Pari untuk menyukseskan L’etape pihaknya akan segera melakukan beberapa hal. Diantaranya pembersihan kawasan KEK Mandalika dari hewan liar yang berpotensi mengganggu. ‘’Kita akan sterilisasi hewan liar, berkoordinasi dengan Dinas Peternakan, terutama untuk mengantisipasi anjing-anjing liar yang berkeliaran,’’ ujarnya.

Beberapa persiapan lain juga dilakukan, seperti penyiapan area bazar sebagai venue utama kegiatan. Untuk itu, akan diberikan sosialisasi kepada pedagang UMKM yang masih beraktivitas di KEK Mandalika untuk mengganggu para pembalap maupun partisipan, dan memanfaatkan 303 lapak yang telah disiapkan.

ITDC juga menyiapkan area fasilitas umum berupa pembangunan toilet berstandar internasional dengan 40 bilik untuk pria dan wanita. Selain itu, dibuat juga pusat informasi yang akan mengakomodir kebutuhan untuk pengamanan, CCTV, dan pusat kesehatan.

‘’Kami juga akan berkoordinasi dengan seluruh kontraktor, terutama untuk beberapa jalur yang memang bersinggungan dengan rute balap L’etapi,’’ ujar Pari. Pihaknya akan melakukan rekayasa pengalihan alur untuk truk-truk penganggkut material pengerjaan sirkuit yang berpotensi bersinggungan dengan jalur balap. ‘’Kalau memang harus ditutup sementara (pengerjaan sirkuit), kami akan tutup ketika race berlangsung,’’ tambahnya.

Hal tersebut dilakuan untuk menghindari adanya tumpahan material di jalan yang akan dilalui para peserta L’etape. “Kita akan minta operator ataupun kontraktornya supaya menjaga kebersihan di dalam area, pasirnya supaya ditutup dan tidak tercecer di sepanjang jalan,’’ ujar Pari.

ITDC akan mengatur jadwal untuk pengerjaan konstruksi tersebut akan tetap berjalan sesuai target, namun juga tidak mengganggu gelaran L’etape. Mengingat jalur balapan untuk L’etape melewati 10 Km jalan dalam kawasan KEK Mandalika. “Kita atur supaya jadwal (konstruksi sirkuit) tidak terganggu, kita akan carikan rute-rute alternatif,’’ pungkasnya. (bay)