“Illegal Fishing” Marak, Pengawasan Laut di Sumbawa Malah Menurun

Ilustrasi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Illegal Fishing (pengeboman potasium dan lainnya) di Sumbawa masih saja terus terjadi. Baik itu di kawasan Teluk Saleh, maupun di perairan Sumbawa bagian barat. Sementara sejak kewenangan kelautan diambil alih Provinsi, frekuensi pengamanan laut di Sumbawa menjadi menurun.

Kepala Bidang Pengendalian dan Sumber Daya Dinas Perikanan Sumbawa, Zulkifli S.Pi, telah melayangkan permohonan ke Provinsi untuk menambah frekuensi pengamanan laut di Sumbawa. Serta berharap adanya MoU antara Pemprov NTB dengan Pemkab terkait pengawasan laut ini. Sebagai landasan yuridis bagi Kabupaten, untuk membantu dari segi penganggaran pengamanan laut ini.

Iklan

“Kami sudah meminta ke Provinsi dan mereka berjanji akan meningkatkan frekuensi pengamanan laut di Sumbawa. Karena sekarang ini berkurang intensitasnya. Kita lihat saja nanti pada 2019,” terangnya.

Sementara di sisi lain, diakuinya Illegal Fishing masih saja terus terjadi. Tidak hanya di Teluk Saleh yang wilayahnya dari Timur Sumbawa hingga Pulau Moyo. Tetapi juga di perairan bagian barat Sumbawa. Seperti di Pulau Panjang, Pulau Seringit (Alas), Pulau Temudong dan lainnya. Perairan sekitar kecamatan Alas dan Buer.

“Bahkan, kasus yang kami proses dan tangani saat ini, dua orang pelaku Illegal Fishing dari wilayah barat Sumbawa. Kita proses, biar ada efek jera bagi pelaku. Sebab saya juga punya kewenangan penyidikan. Besok kalau ada kasus yang diserahkan ke kami, tetap akan kami proses,” kata Zulkifli yang juga Penyidik PNS Diskanlut Sumbawa ini.

Hal ini bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan zero destruktif fishing di Sumbawa. Mengingat masih ada sejumlah titik paling rawan pengeboman ataupun potasium di Sumbawa saat ini. Seperti di Pulau Panjang, Temudong yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya dan perairan di Teluk Saleh. Pengeboman ikan di Teluk Saleh bisa mengancam keberadaan mamalia hius paus yang kini diharapkan menjadi obyek wisata di Tarano Sumbawa.

Maraknya Illegal Fishing di Teluk Saleh, sebelumnya juga sempat mendapat sorotan dari Komisi II DPRD Sumbawa. Melalui juru bicaranya, I Nyoman Wisma, yang berharap agar dapat diintensifkan pengawasan dan perlindungan kawasan perairan laut. Sehingga kita tidak semata-mata menargetkan PAD dari masyarakat. Namun juga memberikan perlindungan atas usaha mereka. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here