“Berugak” di Pasar Panglima Dibongkar

Mataram (Suara NTB) – Gazebo atau berugak yang berada di dekat Pasar Panglima akhirnya dibongkar, Rabu, 3 Mei 2017 sore. Keberadaan gazebo yang telah puluhan tahun berada di timur bangunan pasar ini disebut selama ini menjadi tempat mangkalnya para perempuan yang diduga bekerja sebagai PSK. Dengan pembongkaran gazebo ini diharapkan kawasan itu tak lagi menjadi tempat transaksi prostitusi pada malam hari.

Lurah Cakranegara Barat, I Wayan Suwira menyampaikan pembongkaran dilakukan setelah pihaknya melakukan musyawarah bersama warga setempat. Setelah bersepakat, warga bersama Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala lingkungan bersama-sama melakukan pembongkaran.

Iklan

“Itu hasil musyawarah warga. Tadi warga bersama Bhabinkamtibmas, Bhabinsa melakukan pembongakaran,” ujarnya kepada Suara NTB. Suwira mengatakan gazebo tersebut telah berada di kawasan itu sejak puluhan tahun lalu. Pihaknya pun tak tahu siapa yang dulu mendirikan gazebo tersebut.

Pembongkaran dilakukan secara total dan tidak dipindah ke lokasi lain. Tapi kemungkinan akan dipindah lagi ke tempat lain setelah ada lokasi yang lebih representatif. Ia tidak ingin nantinya gazebo tersebut dimanfaatkan untuk aktivitas yang negatif sebagaimana yang terjadi selama ini.

“Pemindahannya di mana yang lebih bermanfaat biar ndak salah difungsikan lagi. Masih dipikirkan lokasi yang tepat. Semua sudah sepakat membongkar berugak ini,” jelasnya. Kendati gazebo telah dibongkar, Suwira mengatakan pengawasan di kawasan Pasar Panglima akan tetap dilaksanakan bersama kepala lingkungan, Bhabinsa, maupun Bhabinkamtibmas. “Akan tetap diawasi,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Satpol PP Kota Mataram, Khaerul Anwar meminta Pemerintah Kelurahan Cakranegara Barat segera memindah gazebo di Pasar Panglima. Pasalnya kawasan tersebut diduga masih menjadi tempat transaksi prostitusi kendati rumah warga yang dulu kerap disewa untuk praktik prostitusi telah ditutup.

Untuk mengubah citra negatif pasar hewan tersebut, Pemkot Mataram juga berencana melakukan revitalisasi. Pasar akan ditata dengan konsep yang lebih modern, sehat, dan terbuka sehingga tak lagi dimanfaatkan untuk kegiatan negatif. Sebagaimana yang diungkapkan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana belum lama ini.

“Kami sedang merencanakan untuk bisa mengubah konsep pasar itu. Saya juga pernah mengecek aktivitas siang hari di pasar burung itu. Siang hari kegiatan ekonomi bergerak di situ. Dan malam hari mungkin bisa digunakan untuk kegiatan (transaksi) prostitusi,” jelas Mohan. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here