‘’Blank Spot’’ di KLU Teratasi, Sinyal Masih Lemah

I Nyoman Kandia (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pemkab Lombok Utara (KLU) sudah berhasil mengikis blank spot di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hanya saja, di titik-titik yang didukung oleh menara Base Transceiver Station (BTS) penyedia jaringan telekomunikasi, masih terdapat dusun-dusun yang diketahui masih kurang menerima sinyal jaringan.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Elektronik Goverment (E-Gov) Diskominfo Lombok Utara,  I Nyoman Kandia, Selasa, 3 Maret 2020.

Iklan

Menurut dia, Dishub sejatinya masih mengkhawatirkan status blank spot di beberapa wilayah. Dalam konferensi Kementerian Komunikasi dan Informatika di Bali pun, diusulkan penambahan prasarana sejumlah menara BTS kepada pemerintah namun ditolak.

“Kita ajukan 5 titik menara saat konferensi di Bali. Tapi setelah dideteksi pusat, hanya satu yang dianggap yaitu wilayah Dusun Paok Rempek (Desa Genggelang, Kecamatan Gangga),” ujarnya.

Satu lokasi itu pun, sudah dibangunkan menara penerima jaringan seluler. Dengan demikian, status blank spot sudah tidak tersedia di Lombok Utara.

Namun demikian, lanjut Kandia, tidak semua pelanggan telekomunikasi menerima sinyal dengan kualitas baik. Topografi wilayah di Lombok Utara yang berbukit dan lembah, cukup mempengaruhi gelombang jaringan. Sehingga menurut dia, Dishub berharap kepada provider penyedia layanan untuk menambah prasarana penguatan BTS. “Sekarang tergantung provider, apakah menambah pendukung kekuatan sinyal karena lemah. Kita akan minta minimal dipasang triangle,” ucapnya.

Beberapa dusun yang terdeteksi sinyal lemah meliputi, Dusun Kerurak, Dusun Besari, Jeliti, dan beberapa dusun di bagian atas (pedalaman) di Desa Genggelang dan Desa Bentek. Di Kecamatan Gangga terdeteksi masih kekurangan jaringan di wilayah Gronggong (Bayan), Santong (Kayangan) dan Orong Gol (Tanjung).

Untuk diketahui kata dia, jumlah BTS se Lombok Utara sebanyak 101 unit. Terdiri dari BTS komersil 98 unit dan BTS plat merah (milik pemerintah) sebanyak 3 unit.  “Kita juga memerlukan informasi laporan dari masyarakat terhadap lemahnya jaringan. Informasi bisa dilaporkan melalui aplikasi e-lapor yang bisa diakses melalui website www.lombokutarakab.go.id,” pungkasnya. (ari)