Mengenal Dini-Dhita, Duet Maut yang Persembahkan Emas Perdana untuk NTB

0
206

Mataram (suarantb.com) – Putu Dini Jasita Utami dan Dhita Juliana kembali membuktikan bahwa duet mereka memang maut. Keduanya membuat masyarakat NTB bersorak bangga karena berhasil mempersembahkan satu emas perdana untuk NTB di ajang voli pasir PON 2016, Rabu, 21 September 2016. Siapa mereka?

Bagi pecinta voli pantai atau voli pasir di Indonesia, keduanya memang sudah tidak asing lagi. Mereka bahkan sudah mencatatkan nama sebagai tim puteri nomor satu di Indonesia. Prestasi ini tentunya sangat membanggakan bagi daerah ini.

Jika melihat biodata dari duo ini, keduanya masih terbilang sangat muda. Putu Dini Jasita Utami lahir di Gianyar, 8 Januari 1994. Sedangkan Dhita Juliana kelahiran Bima, 7 Juli 1993. Keduanya sama-sama mulai mengenal voli sejak duduk di bangku SD.

Putu Dini mendapat pelajaran voli dari ayahnya, seorang guru olahraga di sekolahnya. “Saya belajar voli dari bapak, dia guru olahraga di sekolah saya sekaligus pelatih voli,” jelas Dini kepada suarantb.com, belum lama ini.

Memasuki bangku SMP, Dini mulai mengikuti kejuaraan. Saat duduk di kelas dua SMP pada 2007, ia mengikuti Porprov Voli Pantai. “Waktu itu sebenarnya masih di voli indoor, cuma coba ikut dan masuk final. Setelah itu ikut Pra PON 2007, tapi tidak lolos ikut PON,” ceritanya.

Pada 2009 takdir akhirnya memilih Dini. Ia berhasil masuk PPLP dan di sinilah ia kemudian bertemu Agus Salim, pelatih bertangan dingin yang juga pernah menjadi atlet berprestasi bagi NTB dan Indonesia. Sejak saat itu ia kerap menjalani latihan dengan Agus Salim.

Tak berbeda jauh dengan Dini, Dhita juga mengenal voli sejak SD. Kecintaan warga di kampungnya akan voli menular kepadanya hingga ia juga belajar voli. “Dulu itu sering ikut lomba voli, kadang setiap minggu itu ada lomba. Pokoknya ikut saja begitu,” kenang Dhita.

Berkat bakat yang dimiliki, akhirnya ia terpilih bergabung di PPLP pada 2008. Diawali dengan voli dalam ruang, kemudian pindah ke voli pantai tahun 2010. Sedangkan, duo Dini dan Dhita baru terbentuk pada tahun 2011 saat mereka mengikuti Pra PON 2011.

Bakat kedua atlet ini, ditambah sentuhan pelatih Agus Salim membawa mereka menjuarai berbagai kejuaraan. Termasuk, meraih emas di PON 2012 dan Pra PON 2015. Tak mengherankan jika Dini dan Dhita pun ditargetkan untuk kembali meraih emas di PON 2016 ini. Dan siang tadi, semua target itu berhasil dijawab dengan sebuah medali.

Berikut adalah beberapa kejuaraan yang diikuti oleh Putu Dini Jasita Utami dan Dhita Juliana. Juara satu Kejurnas Junior dan Senior pada 2012, 2013 dan 2014. Memboyong emas di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, juara tiga Kejuaraan AVC Asia Pasifik 2014, perunggu di Asian Beach Games (ABG) 2014, perak di Asean University Games (AUG) 2014, juara satu AVC Palembang 2015, juara empat Kejuaraan Asia Pasifik 2016 dan juara dua zona semifinal kualifikasi Olimpiade sekaligus masuk final kualifikasi Olimpiade 2016. (ros/aan)