Suara NTB » News » Ekonomi » Gempa 6,2 SR, Aktivitas Ekonomi di Lombok Kembali Lumpuh
Gempa 6,2 SR, Aktivitas Ekonomi di Lombok Kembali Lumpuh Gempa 6,2 SR, Aktivitas Ekonomi di Lombok Kembali Lumpuh
Salah satu bank yang rusak akibat gempa 6,2 SR, Kamis, 9 Agustus 2018 membuat aktivitas perdagangan kembali sepi. (Suara NTB/bul)
Mataram (Suara NTB) – Gempa kembali mengguncang Lombok sekitar pukul 13.25 Wita, Kamis, 9 Agustus 2018 kemarin, gempa berkekuatan 6,2 SR kembali terjadi. Sontak,... Gempa 6,2 SR, Aktivitas Ekonomi di Lombok Kembali Lumpuh

Mataram (Suara NTB) – Gempa kembali mengguncang Lombok sekitar pukul 13.25 Wita, Kamis, 9 Agustus 2018 kemarin, gempa berkekuatan 6,2 SR kembali terjadi. Sontak, seluruh aktivitas masayarakat terhenti. Aktivitas ekonomipun kembali lumpuh.

Gempa yang tercatat besar ini menjadi ketiga kalinya mengguncang Lombok. Setelah sebelumnya 6,4 SR pada Minggu 29 Juli 2018, disusul 7 SR pada 5 Agustus 2018. Dan terhitung lebih dari 300 kali gempa susulan pascagempa pertama. Pusat gempa masih tetap di wilayah timur dan utara Pulau Lombok.

Gempa kemarin terjadi saat aktivitas masyarakat mulai berangsur-angsur mengarah normal, setelah gempa 7 SR. sontak saja saat gempa datang, masyarakat berhamburan ke luar rumah, bangunan serta menjauh dari tiang-tiang listrik.

Baca juga:  Sembalun dan Sembalia Porak- Poranda

Gempa ini mengakibatkan sejumlah bangunan rusak, di Kota Mataram, maupun Lombok Barat dan tanpa terkecuali di Lombok Utara yang menjadi pusat gempa. Pantauan Suara NTB dari Lombok Utara hingga Kota Mataram, toko-toko, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan kembali lumpuh. Penyebabnya, trauma masyarakat belum pulih.

Kantor-kantor, baik kantor pemerintah, maupun kantor swasta sepi. Toko-toko dan outlet-outlet penjualan langsung tutup. Demikian juga perbankan. Pelayanan kepada nasabah juga sontak buyar. Masing-masing menyelamatkan diri dan memilih pulang kepada keluarganya. aktivitas perdagangan dan perkantoran nyaris tidak lagi terlihat, bak kota mati.

Baca juga:  Kopassus Evakuasi Pendaki Gunung Rinjani Korban Gempa

Pasar-pasar modern yang tadinya menyediakan layanan selama 24 jam juga praktis tutup. Pasar-pasar tradisional yang biasanya beraktivitas sampai sore hari juga demikian, lengang. “Kami pulang, mungkin sampai kapan. Ndak berani jualan,” demikian salah satu karyawan outlet pasar modern kepada Suara NTB. (bul)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *