Suara NTB » News » Headline » Dr. Zul Berharap Gempa NTB Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional
Dr. Zul Berharap Gempa NTB Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional Dr. Zul Berharap Gempa NTB Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional
Gubernur NTB terpilih, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/aan)
Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah mendorong peningkatan status gempa Lombok menjadi bencana nasional. Menurutnya, pemerintah pusat perlu menyikapinya. Karena... Dr. Zul Berharap Gempa NTB Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah mendorong peningkatan status gempa Lombok menjadi bencana nasional. Menurutnya, pemerintah pusat perlu menyikapinya. Karena dampak gempa 7 SR tersebut akan dirasakan cukup panjang oleh masyarakat. Apalagi, 80 persen rumah penduduk dan fasilitas lainnya (di Kabupaten Lombok Utara) rusak parah.

‘’Kalau bencana nasional, itu artinya nanti penanganan oleh pemerintah lebih baik. Perhatian, bantuan akan lebih banyak. Apalagi Lombok ini bukan semata destinasi yang dikunjungi orang lokal dan nasional. Tetapi juga komunitas internasional,’’ kata Dr. Zul – sapaan akrabnya ketika dikonfirmasi di Bandara Selaparang, Kamis, 9 Agustus 2018siang.

Menurutnya, pemerintah jangan sampai lambat menangani pascagempa tersebut. Pasalnya, banyak juga masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil di daerah ini.

Apabila pemerintah menetapkan gempa Lombok  menjadi bencana nasional maka gaungnya akan lebih bagus. Artinya, dunia internasional akan melihat bahwa pemerintah serius menangani dampak gempa dengan kekuatan 7 SR tersebut.

Dr. Zul menjelaskan, alasan perlunya gempa Lombok ini ditetapkan menjadi bencana nasional. Karena pada gempa yang kedua,  semua daerah di Pulau Lombok kena dampaknya.

Jika pada gempa pertama dengan kekuatan 6,4 SR, daerah yang terkena dampak cukup parah hanya beberapa kecamatan di Lombok Timur dan Lombok Utara. Tetapi pada gempa kedua, Minggu (5/8) lalu, hampir semua kabupaten/kota di Pulau Lombok terkena dampak.

Baca juga:  Kapolres Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Hoaks

Sehingga, kabupaten/kota lainnya tidak bisa lagi membantu daerah lainnya. ‘’Tapi sekarang Lombok Timur kena, Lombok Barat kena, Kota Mataram kena, Lombok Utara juga kena. Jadi semuanya kena. Ndak bisa nolong yang lain. Semuanya, apalagi gempa susulannya masih terjadi bahkan sampai tujuh hari ke depan,’’ ucapnya.

Jika bukan pemerintah pusat yang turun tangan, kata Dr. Zul, maka ia khawatir psikologi dan trauma masyarakat semakin memburuk.

Ketika diminta tanggapannya soal pernyataan Pemprov yang mengatakan masih mampu menangani dampak gempa ini. Dr. Zul mengatakan, masalahnya bukan soal  mampu atau tidak. Ia mengatakan, penyelesaian penanganan gempa ini butuh waktu yang lama. Masyarakat bukan hanya butuh makanan dan air minum. Tetapi mereka juga butuh tempat tinggal yang layak.

Untuk itu, ia mendorong para wakil rakyat yang ada di DPR RI dapat mendesak pemerintah segera menetapkan gempa bumi Lombok menjadi bencana nasional. Mantan anggota DPR RI tiga periode ini mengharapkan para pimpinan DPR RI dapat berembug.

‘’Pengalaman saya tiga periode di DPR RI, sangat mungkin (ditetapkan jadi bencana nasional). Kalau ada penjelasan apalagi mereka melihat ke lapangan. Saya kira pantas dijadikan bencana nasional,’’ kata Dr. Zul.

Baca juga:  Maksimalkan Koordinasi Distribusikan Logistik

Gempa bumi di Lombok ini, kata Dr. Zul bukan saja masalah korban jiwa yang banyak. Tetapi masyarakat yang kehilangan harta bendanya juga sangat banyak. Karena rumah atau tempat tinggal mereka rata dengan tanah. Apalagi, sebentar lagi musim hujan. Ia khawatir warga akan semakin menderita. ‘’Jadi sangat pantas menurut saya dijadikan bencana nasional,” katanya.

Dr. Zul mengatakan, komunikasi dirinya dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Sekretaris Negera (Mensesneg) mengenai persoalan ini cukup baik. Pemerintah pusat menyiapkan dana untuk menangani gempa yang ada di Lombok.

Ia berharap gempa bumi di Lombok ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar secara nasional. Pasalnya, Lombok merupakan destinasi wisata internasional.

‘’Jadi bukan saja masalah lokal saja. Tapi dampak internasionalnya juga. Jangan sampai ada kesan Lombok tak aman. Mana mungkin di satu sisi kita mengkampanyekan orang datang ke daerah kita. Tapi kita tidak menyelesaikan masalah ini dengan baik dan cepat,’’ pungkasnya. (nas)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *