Suara NTB » News » Pilihan Editor » Camat Diminta Inventarisir Aktivitas Tambang Liar di KSB
Camat Diminta Inventarisir Aktivitas Tambang Liar di KSB Camat Diminta Inventarisir Aktivitas Tambang Liar di KSB
Bupati KSB, H. W. Musyafirin (Suara NTB/bug)
Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menindaklanjuti rencana penertiban aktivitas penambangan liar tanpa izin (PETI) di wilayahnya. Terbaru bupati Dr.... Camat Diminta Inventarisir Aktivitas Tambang Liar di KSB

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menindaklanjuti rencana penertiban aktivitas penambangan liar tanpa izin (PETI) di wilayahnya. Terbaru bupati Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM meminta kepada seluruh camat melakukan invetarisasi terhadap kegiatan PETI di wilayah masing-masing.

“Saya sudah minta semua camat untuk turun lapangan menginvetarisir kegiatan PETI di wilayahnya dan jangan sampai ada yang terlewat didata,” tegas Musyafirin, Rabu, 8 Agustus 2018.

Inventarisasi kata bupati, tidak sekedar pada kegiatan penggaliannya saja. Tetapi seluruh aktivitas masyarakat yang turut mendukung kegiatan PETI, terutama kegiatan pengolahan pemurnian hasil tambang.

“Yang punya gelondong juga didata semua. Supaya kita tahu betul ada berapa jumlah pasti aktivitas PETI beserta kegiatan pendukungnya yang beroperasi di daerah kita ini,” timpalnya.

Selain menginvetarisir, bupati juga meminta kepada para camat, agar saat turun lapangan tidak lupa terus melakukan sosialisasi terkait rencana pemerintah melakukan penertiban. Karena itu para camat agar tetap melibatkan pihak aparat TNI dan kepolisian. “Harus turun bersama. Ikutkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap kegiatan,” pintanya.

Menurutnya, sejumlah hal perlu ditekankan dalam sosialisasi nanti oleh para camat. Pertama bahwa kegiatan penertiban aktivitas PETI ini merupakan agenda pemerintah pusat dalam rangka penyelamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat terhadap dampak negatif kegiatan tersebut.

Berikutnya, bahwa kegiatan yang selama ini dilakukan para penambang telah menunjukkan dampaknya secara perlahan tetapi pasti. Dan dalam jangka panjang dampak itu akan merusak tidak saja lingkungan alam tetapi lebih luas kepada masyarakat dari seluruh aspek. “Intinya berikan pemahaman kepada mereka bahwa dampak kerusakan dari yang mereka lakukan itu nyata. Dan harapannya mereka sadar dan segera meninggalkannya,” papar bupati.

Bupati mengakui, dalam kegiatan sosialisasi nanti tidak menutup kemungkinan akan adanya penolakan dari pelaku yang nota bene kebanyakan masyarakat sendiri. Namun demikian, orang nomor satu di KSB ini mengingatkan kepada camat, jika menghadapi kondisi seperti itu tidak mengambil tindakan apapun.

“Mereka adalah bagian dari kita. Jadi tetap tempuh cara-cara yang humanis. Dan saya yakin kalau penyampaian kita baik, tentu mereka juga akan mengerti sebab pasti mereka juga sadar apa yang dilakukannya itu merusak lingkungan,” tukas bupati.

Kegiatan rencana penertiban PETI oleh Pemda KSB sudah mulai dilaksanakan dalam beberapa minggu ini. Di tahap awal bupati memang meminta terlebih dahulu melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pelaku PETI. Hal ini berdasarkan kesepakatan hasil rapat koordinasi seluruh kabupaten/kota di NTB beberapa waktu lalu yang setuju melakukan penertiban tambang ilegal itu di bawah koordinasi pemerintah provinsi (Pemprov) NTB. (bug)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *