Suara NTB » News » Lombok Tengah » Pemkab Loteng Butuh Rp 35 Miliar Bangun Pasar Renteng
Pemkab Loteng Butuh Rp 35 Miliar Bangun Pasar Renteng Pemkab Loteng Butuh Rp 35 Miliar Bangun Pasar Renteng
RATA - Kondisi Pasar Renteng Praya dilihat dari udara tampak rata. Untuk membangun kembali pasar ini, Pemkab Loteng butuh sekitar Rp 35 miliar. (Suara NTB/kir)
Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) membutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp 35 miliar, untuk membangun ulang Pasar Renteng Praya yang... Pemkab Loteng Butuh Rp 35 Miliar Bangun Pasar Renteng

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) membutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp 35 miliar, untuk membangun ulang Pasar Renteng Praya yang Senin (6/8) malam yang terbakar. Hanya saja, pembangunan Pasar Renteng tidak akan bisa terwujud dalam waktu dekat ini. Mengingat, alokasi anggaran pada APBD Loteng 2019 sudah teralokasi seluruhnya.

Hal itu diungkapkan Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Rabu, 8 Agustus 2018. Pemkab Loteng bisa saja mengalokasikan anggaran pembangunan Pasar Renteng Praya pada APBD perubahan tahun 2018 ini. Mengingat, rancangan APBD perubahan 2018 saat ini masih dalam proses pembahasan.

Namun, karena waktu pelaksanaan APBD perubahan yang sempit, sulit untuk bisa menuntaskan proyek fisik dengan anggaran sebesar itu. Sehingga sulit untuk mengalokasikan anggaran pembangunan pasar Renteng Praya pada APBD perubahan tahun ini. Meski demikian, Pemkab Loteng merancang pola penganggaran lainnya, supaya Pasar Renteng Praya bisa segera dibangun kembali.

“Akibat musibah kebakaran ini, pembangunan pasar Renteng Praya masuk jadi super prioritas Pemkab Loteng. Jadi Pemkab Loteng saat ini tengah mengupayakan pola pembiayaan lainnya. Jika memang tidak bisa diakomodir melalui APBD,’’ ujarnya.

Salah satunya, bisa juga melalui pola pinjaman, seperti yang dilakukan untuk membangun pasar Kopang. Terpenting, pasar Renteng bisa segera dibangun kembali, mengingat, vitalnya keberadaan pasar Renteng Praya sebagai pusat pergerakan ekonomi masyarakat.

Nursiah menjelaskan, besaran kebutuhan anggaran sebesar Rp 35 miliar sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) pasar Renteng yang telah disusun beberapa tahun yang lalu. Pasalnya, sebelum musibah kebakaran terjadi Pemkab Loteng beberapa tahun yang lalu sudah berencana untuk merovasi kembali Pasar Renteng Praya. Hanya saja, karena DED Pasar Renteng tersebut sudah cukup lama, sehingga kemungkinan besar kebutuhan anggaran pembangunan Pasar Renteng jauh lebih besar lagi. ‘’Jika berpatokan dengan kondisi yang ada sekarang ini. Karena mau tidak mau DED Pasar Renteng harus direvisi kembali. Agar bisa sesuai dengan kondisi sekarang ini,’’ ujarnya. (kir)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *