Suara NTB » News » Kota Mataram » Aktivitas Ekonomi di Mataram Belum Normal
Aktivitas Ekonomi di Mataram Belum Normal Aktivitas Ekonomi di Mataram Belum Normal
Aktivitas pedagang di Pasar Seraya sepi. Hanya sebagian kecil pedagang yang memilih berjualan. Pedagang lainnya masih trauma akibat gempa 7.0 SR pada Minggu, 5 Agustus 2018 lalu. (Suara NTB/cem)
Mataram (Suara NTB) – Aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Mataram, pasca gempa Minggu, 5 Agustus 2018, hingga Selasa, 7 Agustus 2018 belum normal. Pasar... Aktivitas Ekonomi di Mataram Belum Normal

Mataram (Suara NTB) – Aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Mataram, pasca gempa Minggu, 5 Agustus 2018, hingga Selasa, 7 Agustus 2018 belum normal. Pasar tradisional dan retail modern tak semuanya buka seperti biasanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram,  Lalu Alwan Basri membenarkan kondisi ini. Pedagang sebagian besar mengungsikan diri karena takut gempa bermagnitude 7.0 skala richter kembali terjadi. Namun ada juga sebagian pedagang di Pasar Perumnas, Dasan Agung dan Kebon Roek memilih berjualan. “Karena banyak pembeli jadi barangnya cepat habis,” kata Alwan.

Baca juga:  Harga-harga Barang Mulai Naik, Pemprov Ingatkan Pedagang

Pemerintah kata dia, memaklumi kondisi psikologis masyarakat. Apalagi gempa susulan terus terjadi meski lebih kecil dibandingkan gempa pertama dan kedua. Alwan memastikan stok barang kebutuhan stabil.

“Cuma belum beraktivitas saja. Wajar ekonomi belum normal,” ujarnya.

Ada kekhawatiran masyarakat mengenai informasi bohong (hoaks) terjadinya tsunami.  Kepanikan terjadi sehingga warga memilih menyelamatkan diri. Kondisi rill sudah disampaikan melalui media, corong masjid dan lain sebagainya. Upaya ini kata Alwan, menghilangkan trauma.

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana sudah meminta Dinas Perdagangan agar menyampaikan ke pedagang dan pengusaha retail modern untuk kembali berjualan. Meski tidak sebagian besar, tetapi aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Baca juga:  Rp1,4 Triliun Penyaluran Kredit di Daerah Bencana Berpotensi Macet

“Saya juga sudah cek sebagian sudah mulai buka, walaupun tidak semuanya,” terangnya. “Saya lihat polanya buka – tutup. Ada rasa khawatir juga para pedagang,” ujanya. (cem)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *