Suara NTB » News » Ekonomi » Pascagempa, Aktivitas Ekonomi Nyaris Lumpuh
Pascagempa, Aktivitas Ekonomi Nyaris Lumpuh Pascagempa, Aktivitas Ekonomi Nyaris Lumpuh
Pusat perbelanjaan yang ditutup sementara setelah gempa 5 Agustus 2018. (Suara NTB/bul)
Mataram (Suara NTB) – Aktivitas ekonomi pascagempa terlihat nyaris lumpuh. Pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional tidak lagi nampak terjadi transaksi dagang seperti biasa. Dari... Pascagempa, Aktivitas Ekonomi Nyaris Lumpuh

Mataram (Suara NTB) – Aktivitas ekonomi pascagempa terlihat nyaris lumpuh. Pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional tidak lagi nampak terjadi transaksi dagang seperti biasa.

Dari pantauan langsung, sehari pascagempa yang mengguncang kembali Pulau Lombok dengan  kekuatan 7 SR berpusat di Kabupaten Lombok Utara, Minggu, 5 Agustus 2018, kegiatan ekonomi berjalan pincang. Para pedagangpun ikut meliburkan diri hingga keadaan dipastikan benar-benar aman.

Kantor-kantor layanan pemerintah ditutup dalam beberapa hari ke depan. demikian juga sekolah-sekolah di Pulau Lombok diliburkan. Berdasarkan hasil pantauan, Senin pagi hingga Senin, 6 Agustus 2018 kemarin, mal-mal yang ada di Kota Mataram dinyatakan ditutup.

Demikian juga toko-toko penjualan semua jenis kebutuhan juga terlihat tutup. Layanan berbagai jasa usaha juga demikian. Bisa dihitung jari jumlah toko-toko kecil yang membuka gerai. Dibeberapa pusat perbelanjaan besar, nampak hanya beberapa pegawai tenant yang masuk.

Baca juga:  Kerugian Sementara Akibat Gempa Ditaksir Rp342 Miliar

Itupun hanya sekedar membereskan kembali barang-barang yang berantakan akibat guncangan gempa. Mengangkat puing-puing gerai yang lepas. Ada juga yang sekedar membersihkan kembali bekas puing-puing tembok yang retak dan berceceran.

Tiga pusat perbelanjaan besar di Kota Mataram, Lombok Epicentrum Mal, Mataram Mal, dan Transmart ditutup sementara. Akses ditutup untuk pengunjung. Nampak terlihat beberapa bagian bangunan-bangunan mal ini letak.

“Kita ndak tau sampai kapan ditutup,“ kata salah satu karyawan di Lombok Epicentrum Mal dan Transmart kepada Suara NTB.

Pemberitahuan penutupan tidak dilakukan secara terbuka. Pengelola pusat perbelanjaan hanya menempelkan pemberitahuan yang ditulis tangan. Agar pintu masuk ke dalam pusat perbelanjaan hanya melalui jalur yang direkomendasikan.

Kepada karyawan tenantpun tidak diberikan leluasa masuk. Harus melaporkan terlebih dahulu kepada petugas yang ditunjuk, dengan menunjukkan identitas. Kebijakan ini berlaku hingga waktu yang tak ditentukan.

Baca juga:  Akibat Gempa, 4.424 Rumah Rusak di Mataram

Demikian juga hasil pantauan di pasar-pasar tradisional. Pasar percontohan yang ada di Kota Mataram, dari Pasar Kebon Roek Ampenan, Pasar Pagesangan dan Pasar Induk Mandalika (Sweta) juga tak terlihat aktivitas pedagang. Hanya satu dua diantaranya yang membuka lapak dagangannya. Itupun pengunjung ke pasar terlihat sepi, hingga pantauan siang kemarin.

“Ndak ada berani ke luar jualan, masih pada takut keluar,” kata salah satu pedagang di Pasar Induk Mandalika. (bul)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *