Suara NTB » News » Ekonomi » Pembubaran DMB, Wagub Akui Belum Terima Hasil Kajian
Pembubaran DMB, Wagub Akui Belum Terima Hasil Kajian Pembubaran DMB, Wagub Akui Belum Terima Hasil Kajian
Wagub NTB, H. Muh. Amin (Suara NTB/nas)
Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M. Si., mengakui, jika dirinya memperoleh informasi bahwa nasib PT. Daerah Maju Bersaing... Pembubaran DMB, Wagub Akui Belum Terima Hasil Kajian

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M. Si., mengakui, jika dirinya memperoleh informasi bahwa nasib PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) mengarah ke pembubaran. Namun hingga saat ini dirinya mengaku belum mendapatkan hasil kajian dari tim independen yang dibentuk PT. DMB.

“Saya dapat informasinya  juga, akan mengarah ke pembubaran. Kalau infonya begitu, iya sudah kita bubarkan,” kata Wagub dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD NTB, Kamis, 2 Agustus 2018 siang.

Namun sejauh ini dirinya belum menerima laporan hasil kajian tim independen yang dibentuk  perusahaan daerah tersebut. Kalau memang hasil kajian menyatakan DMB layak dibubarkan. Maka menurut Amin, tidak masalah perusahaan daerah tersebut dibubarkan.

Tetapi pembubaran PT. DMB sangat bergantung dari tiga pemegang saham dan hasil kajian tersebut. Jika mayoritas pemegang saham mengatakan DMB bubar sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), maka perusahaan daerah itu pasti akan dibubarkan.

“Rapat umum pemegang saham adalah pemegang otoritas tertinggi,” katanya.

Secara pribadi, Wagub mengatakan dirinya setuju jika DMB dibubarkan jika sudah tidak lagi memberikan keuntungan bagi daerah. Namun, sebagai Wakil Gubernur, dirinya menyerahkan nasib DMB berdasarkan hasil kajian dan RUPS tiga pemegang saham, yakni PemprovNTB, Pemda Sumbawa Barat dan Pemda Sumbawa.

“Kalau saya, dibubarkan saja sudah. Ini pendapat pribadi saya. Tapi sebagai wakil gubernur, saya  mengikuti hasil kajian dan RUPS. Itu yang menentukan nasib DMB,” tandas Ketua DPW Nasdem NTB ini.

Seperti diketahui, Pemprov NTB menargetkan semua hasil penjualan saham atau dana penggantian investasi yang menjadi bagian provinsi akan masuk dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2018. Total nilai hasil penjualan saham milik PT. DMB sebesar Rp469 miliar.

Pemprov NTB memiliki saham sebesar 40 persen di PT. DMB. Jika semua dana penggantian investasi itu ditargetkan masuk dalam APBD Perubahan 2018, maka Pemprov akan memperoleh dana sebesar Rp187,6 miliar.

Sebelumnya, Direktur PT. DMB, H. Andy Hadianto, SH, MM mengatakan hasil kajian tim independen yang telah dibentuk akan dipaparkan kepada seluruh pemegang saham di luar RUPS. Setelah itu, akan dibahas dalam RUPS-LB oleh ketiga pemegang saham.

Apakah DMB akan tetap lanjut atau dibubarkan? Andy mengatakan tergantung dari hasil kajian tersebut. ”Saya ndak boleh membuat kesimpulan. Yang pasti, saya masih merahasiakan, menjaga independensi tim analisis,” katanya. (nas)

BERITA TERKAIT :