Suara NTB » News » Ekonomi » Usulan Penyertaan Modal Rp80 Miliar PT. GNE Diharapkan Terpenuhi di APBD-P
Usulan Penyertaan Modal Rp80 Miliar PT. GNE Diharapkan Terpenuhi di APBD-P Usulan Penyertaan Modal Rp80 Miliar PT. GNE Diharapkan Terpenuhi di APBD-P
Direktur Utama PT. GNE, H. Syahdan Ilyas (Suara NTB/bul)
Mataram (Suara NTB) – PT. Gerbang NTB Emas telah melakukan kalkulasi bisnis dan mengusulkan penyertaan modal sebesar Rp80 miliar kepada pemilik saham (Pemprov NTB).... Usulan Penyertaan Modal Rp80 Miliar PT. GNE Diharapkan Terpenuhi di APBD-P

Mataram (Suara NTB) – PT. Gerbang NTB Emas telah melakukan kalkulasi bisnis dan mengusulkan penyertaan modal sebesar Rp80 miliar kepada pemilik saham (Pemprov NTB). usulan ini diharapkan tereksesuki di APBD-P 2018 ini.

Harapan ini disampaikan kembali Direktur Utama PT. GNE, Drs. H. Syahdan Ilyas, MM di ruang kerjanya, Rabu, 1 Agustus 2018 kemarin. Manajemen sejauh ini tetap tak menarik usulan penambahan penyertaan modal. Tinggal bagaimana pemerintah daerah memberikan kebijakannya.

“Manajemen berharap dan menyerahkan sepenuhnya kebijakannya kepada pemerintah daerah. Kalau menginginkan PT. GNE cepat maju dan bersaing, harus dibijaksanakan untuk turunkan modal itu. Kalau tidak, ya kami akan tetap bekerja sesuai kemampuan yang ada,” ujar H. Syahdan.

Usulan penambahan penyertaan modal Rp80 miliar ini diharapkan akan mampu mencapai modal inti PT. GNE. Usulan pemupukan modal, menurutnya bukan perkara main-main.

Kajian dan sejumlah pertimbangan teknis telah dilakukan. PT. GNE adalah salah satu BUMD milik Pemprov NTB yang dibentuk dengan maksud untuk memperkuat permodalan, daya saing perusahaan dan menciptakan lapangan usaha, lapangan kerja dan peningkatan PAD, tetapi dirasakan belum optimal.

Dari aspek sarana dan prasarana produksi sebagian besar mesin-mesin lama. Sehingga operasionalnya tak bisa optimal untuk memenuhi permintaan. Demikian juga dengan gedung kantor dan gudang-gudangnya dirasa perlu lebih ideal.

Karena itulah, ditemukan nilai kebutuhan Rp80 miliar yang diajukan penambahannya secara bertahap hingga lima tahun ke depan. 2018 sebesar Rp 24,3 miliar, 2019 sebesar Rp 21,7 miliar. Lalu 2020 sebesar Rp14,5 miliar. Lalu 20201 sebesar Rp9,6 miliar dan 2022 sebesar Rp9,7 miliar.

Dengan kekuatan Rp80 miliar tersebut pihaknya sangat percaya diri akan meningkatkan kinerja perusahaan. Baik omzet penjualan, keuntungan, maupun setoran dividen kepada pemerintah daerah.

Tahun 2018 target setoran deviden Rp 1,6 miliar, tahun 2019 Rp 2,4 miliar, tahun 2020 Rp2,9 miliar, tahun 2021 Rp 3,3 miliar dan tahun 2022 Rp 3,6 miliar. Rancangan kerja itu, menurut H. Syahdan telah memperhitungkan lingkungan bisnis dan perkembangan bisnis yang berubah.

Beberapa unit bisnis yang sedang dikembangkan GNE saat ini diantaranya. Bidang usaha industri bahan bangunan. Unit jasa assembling dan perbengkelan, unit usaha agribisnis, unit usaha perdagangan umum dan ekonomi kreatif, dan unit usaha pengolahan limbah medis.

“Semua unit usaha sudah dilakukan kajian dan potensi pengembangannya. Sampai diusulkan penambahan penyertaan modal,” ujarnya.

Analisa dan kajian melibatkan tim penasihat investasi pemerintah daerah NTB. Didalamnya ada Prof. Dr. Galang Asmara, Dr. Prayitno Basuki, Dr. Sadikin Amir, Dr. M. Firmansyah dan Dr. Djumardin. (bul)

BERITA TERKAIT :