Suara NTB » News » Ekonomi » Beras Saset Mulai Diproduksi di NTB
Beras Saset Mulai Diproduksi di NTB Beras Saset Mulai Diproduksi di NTB
Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo (kiri) bersama Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE menunjukkan beras saset yang mulai diproduksi di NTB. (Suara NTB/bul)
Mataram (Suara NTB) – Nusa Tenggara Barat mulai menjadi daerah produsen beras saset (kemasan kecil) produksi Perum Bulog. Beras dengan kemasan paling mini ini... Beras Saset Mulai Diproduksi di NTB

Mataram (Suara NTB) – Nusa Tenggara Barat mulai menjadi daerah produsen beras saset (kemasan kecil) produksi Perum Bulog. Beras dengan kemasan paling mini ini nantinya akan dipasarkan hingga ke kios-kios kecil.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo Selasa, 31 Juli 2018 kemarin turun langsung melihat proses pengemasan beras saset di gudang produksi di Dasan Cermen, Mataram.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah, beras saset ini rencananya akan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.  Produksi beras saset ini mulai dilakukan di NTB, mengingat daerah ini dikenal sebagai sentra penghasil beras yang menyangga ketahanan pangan nasional.

“Karena NTB surplus terus berasnya. Jadi diperioritaskan untuk produksi beras saset di sini (NTB),” kata Imam.

Produksi beras sasetan ini kemudian di sosialisasikan kepada pemerintah, kepada mitra, distributor, maupun para pritel lokal. NTB menurutnya mesti berbangga, dengan hasil alamnya yang melimpah. Bahkan menjadi daerah harapan bagi daerah-daerah lain dalam hal pangan.

“NTB ini provinsi yang luar biasa. Bahkan, berasnya kadang-kadang nyelonong ke Jawa Timur. padahal di sana juga sentra produksi beras,” ujarnya.

Harapan Bulog, beras saset ini nantinya ada di mana-mana tersedia hingga menjangkau desa. Bulog melakukan produksi beras saset ini memperioritaskan daerah-daerah yang surplus. Awalnya dari Jawa Barat, NTB, lalu ke Jawa Timur dan Jawa Tengah juga ikut bergerak.

Mesin-mesin produksi beras saset ini telah dipersiapkan. Dengan kapasitas produksi hingga 2 ton sehari tambah Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE. Dengan menjualnya dalam bentuk kemasan harga Rp 2.500/saset, diharapkan stabilitas harga juga dapat dikendalikan. Bila mana beras saset ini telah menjangkau seluruh lapisan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si juga hadir, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani dan Dir Reskrimsus Polda NTB, Kombes. Pol. Syamsuddin Baharuddin selaku Ketua Satgas Pangan NTB dan Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Provinsi NTB, I Made Agus Ariana.

Pemerintah daerah, kata Hj. Selly menyambut baik hadirnya beras saset yang mulai diproduksi langsung di dalam daerah sendiri. Artinya, dengan memproduksinya di daerah ini, cukup kuat menandakan produksi beras dalam daerah surplus.

Kepala dinas tak menyinggung terlalu jauh soal produksi. Yang menjadi perhatiannya, dengan adanya beras saset ini akan sangat mendukung kebutuhan masyarakat. pangsa pasarnya adalah mahasiswa. Dengan membeli beras saset dapat memenuhi kebutuhan makan untuk tiga orang. Tinggal memenuhi kebutuhan lauk pauk lainnya. Lebih irit dan lebih efisien.

Demikian juga bagi wisatawan. Dengan telah ditetapkannya Rinjani menjadi geopark, kebutuhan wisatawan akan lebih mudah dipenuhi dan lebih praktis.

“Mendaki kan cukup bawa beras saset. Karena itu, ini akan sangat bermanfaat juga terhadap pengendalian inflasi kita,” kata Hj. Selly.

Pemerintah daerah meminta agar beras-beras kemasan ini tidak saja dijual di toko-toko modern, tetapi harus menjangkau pelosok. Karena itu, Dinas Perdagangan akan memantau sebarannya kata Hj. Selly. (bul)

BERITA TERKAIT :