Suara NTB » News » Kota Mataram » Maju Jadi Caleg, Kepala Lingkungan Harus Mundur
Maju Jadi Caleg, Kepala Lingkungan Harus Mundur Maju Jadi Caleg, Kepala Lingkungan Harus Mundur
Kabag Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kepala lingkungan (Kaling) di Kota Mataram, memilih mencari peruntungan sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2019 mendatang. Namun demikian,... Maju Jadi Caleg, Kepala Lingkungan Harus Mundur

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kepala lingkungan (Kaling) di Kota Mataram, memilih mencari peruntungan sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2019 mendatang. Namun demikian, regulasi telah menegaskan bahwa kaling harus mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketentuan kaling harus mengundurkan diri terdapat dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012 tentan pembentukan lembaga kemasyarakatan. Dalam pasal 16 ayat 2 menyebutkan bahwa lembaga kemasyarakatan tidak boleh rangkap jabatan dan atau bukan anggota partai politik. Artinya, kaling yang mendaftar sebagai calon legislatif harus mundur.

“Ini tidak ada urusannya dengan PKPU. Aturan di Pemkot Mataram sudah jelas,”  Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana, Rabu (11/7). Bagian Pemerintahan nantinya kata dia, akan bersurat ke camat dan lurah se – Kota Mataram, agar mempedomani aturan tersebut. Di samping itu, kaling juga harus taat terhadap regulasi. “Kaling yang jadi caleg harus taat aturan,” tambahnya.

Baca juga:  Parpol Besar Surplus Caleg, Parpol Kecil Defisit

Sejauh ini, belum diterima surat pengunduran diri kaling termasuk total berapa yang mendaftar sebagai caleg. Tetapi informasi diterima dari Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Cakranegara, kalingnya mencalonkan diri.

Camat Sekarbela, Cahya Samudra mengatakan bhawa informasi valid diterima empat kepala lingkungan mendaftar ke partai politik sebagai calon legislatif. Kaling Mapak Belatung, Kelurahan Tanjung Karang, Kekalik Indah dan Kekalik Gerisak, Kelurahan Kekalik Jaya dan Kaling Asahan.

“Baru ada tiga kaling informasi yang saya terima,” katanya.

Baca juga:  Persaingan Perebutan Empat Kursi DPD NTB Makin Kompetitif

Camat Ampenan, Zarkasy mengatakan yang sama. Secara keseluruhan tidak diketahui berapa lurah yang maju pada pemilihan legislatif 2019. Datanya akan diminta ke masing – masing kelurahan. Terkait Perda 3 Tahun 2012 yang melarang Kaling ikut berpolitik.

Kata dia, kaling beranggapan bahwa proses Pileg belum berjalan, sehingga belum mau mengundurkan diri. Ketetapan terhadap aturan itu, Cahya mengimbau melalui lurah agar kaling mentaati regulasi. (cem)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *