Suara NTB » News » Politik » Persaingan Perebutan Empat Kursi DPD NTB Makin Kompetitif
Persaingan Perebutan Empat Kursi DPD NTB Makin Kompetitif Persaingan Perebutan Empat Kursi DPD NTB Makin Kompetitif
Farouk Muhammad menyerahkan berkas pendaftarannya, diterima Sekretaris KPU NTB, Mars Ansori Wijaya. (Suara NTB/ndi)
Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran bakal calon (Balon) anggota DPD RI telah ditutup, pukul 24:00, Rabu, 11 Juli 2018 kemarin. Pantauan Suara NTB hingga... Persaingan Perebutan Empat Kursi DPD NTB Makin Kompetitif

Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran bakal calon (Balon) anggota DPD RI telah ditutup, pukul 24:00, Rabu, 11 Juli 2018 kemarin. Pantauan Suara NTB hingga pukul 16.00 Wita, dari 34, baru 25 orang yang telah datang mendaftar ke KPU.

Persaingan memperebutkan empat kursi anggota DPD  di Pemilu 2019 dinilai cukup kompetitif. Pasalnya cukup banyak  tokoh berpengaruh yang tampil turun bertarung. Beberapa tokoh tersebut berpotensi menjadi ancaman para balon petahana.

Hal itu juga diakui oleh balon petahana, anggota DPD dua periode, Farouk Muhammad, yang juga kembali maju untuk periode ketiganya. Ia melihat bahwa pertarungan di Pemilu 2019 ini akan berlangsung cukup sengit.

“Ya, saya lihat persaingannya semakin kompetitif, dengan munculnya calon-calon baru ini,” katanya, usai menyerahkan berkas pendaftaran di KPU.

Baca juga:  Maju Jadi Caleg, Kepala Lingkungan Harus Mundur

Tapi meski demikian, ia mengaku masih sangat optimis dirinya bisa mempertahankan kursi senator yang telah didudukinya selama dua periode tersebut.

“Tapi Insya Allah kita optimis, bisa dipertahankan, karena kita sudah dua periode, sudah berbuat kepada masyarakat,” katanya.

Bahkan mantan Kapolda NTB ini justru mengambil target utama meningkatkan perolehan suaranya di Pemilu 2019 ini. Sebab pada pemilu 2014 lalu, perolehan suaranya terjadi penurunan dibandingkan dengan pada periode pertamanya.

Lebih lanjut disampaikan Farouk, peran DPD cukup strategis dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Terutama dalam memperebutkan dana transfer pusat kedaerahan. Oleh karena itu, anggota DPD harus memiliki kualitas yang mumpuni untuk bisa mengamankan kepentingan daerah yang diwakili.

Baca juga:  Fenomena Kader Loncat Partai, Parpol Dinilai Gagal Lakukan Kaderisasi

“Misalnya dalam isu peningkatan dana transfer dari pusat ke daerah.  Nah ini kita bersaing dengan banyak daerah, untuk bisa merebut kue ini, maka tidak lepas dari kapasitas orangnya,” tuturnya.

Diketahui saat ini NTB tengah menggarap berbagai mega proyek strategis, seperti pembangunan jalan, dan bendungan. Untuk memastikan program-program tersebut menjadi prioritas pusat, maka anggota DPD harus kuat dalam membangun koordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun di daerah. (ndi)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *