Suara NTB » News » Pilihan Editor » Ali BD Ingatkan Naik Haji Bukan Ajang Liburan
Ali BD Ingatkan Naik Haji Bukan Ajang Liburan Ali BD Ingatkan Naik Haji Bukan Ajang Liburan
LEPAS JCH - Bupati Lotim H. Moch Ali Bin Dachlan melepas JCH asal Lotim di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Selasa, 10 Juli 2018. (Suara NTB/yon)
Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan mengingatkan kepada ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Lotim untuk bersungguh-sungguh... Ali BD Ingatkan Naik Haji Bukan Ajang Liburan

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan mengingatkan kepada ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Lotim untuk bersungguh-sungguh di dalam menjalankan ibadah haji. Menjalankan ibadah haji merupakan bagian terpenting di dalam rukun Islam.

“Jangan ibadah haji ke tanah suci digunakan untuk berwisata, berfoya-foya. Selesaikan ibadah dulu, jangan biasakan senang berbelanja. Harga di sana jauh lebih mahal dari di Lombok,” pesannya saat melepas JCH asal Lotim di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Selasa, 10 Juli 2018.

Menurutnya, walau menunaikan ibadah haji berada pada urutan kelima pada rukun Islam, namun, berhaji merupakan bagian terpenting dalam rukun Islam dan membutuhkan persiapan yang cukup matang. Namun demikian itu, katanya merupakan ibadah fundamental dalam Islam.

Selain itu, ia juga mengingatkan di dalam menjalankan ibadah haji, umat Islam dari seluruh penjuru dunia berbaur bersama pada satu tempat. Di sana tidak dibedakan ras, warna kulit serta segala perbedaan-perbedaan lainnya. Melainkan, ditengah perbedaan itu persatuan harus tetap dijaga, tidak ada yang saling bertanya dari golongan dan suku apa dan lain sebagainya. “Tidak boleh terpecah belah karena berbeda mazhab atau golongan,” ujarnya mengingatkan.

Ia menambahkan, puncak kesempurnaan umat Islam terletak pada pelaksanaan ibadah haji. Untuk itu, ke depan ketika sudah menunaikan ibadah haji, bupati independent ini berharap kepada seluruh jemaah untuk menjadi gelar haji yang didapatkan menjadi filter pribadi untuk menjadi diri dari perbuatan yang tidak seharusnya atau tidak sesuai dengan aturan agama.

“Jadi harus pasang niat semata-mata untuk ibadah. Jemaah harus saling tolong menolong. Yang muda bantu yang tua dan jangan saling acuh,” pesannya lagi.

Kepala Kemenag Lotim, H. Azharuddin, menyebutkan pelepasan dimulai untuk kelompok terbang (kloter) pertama asal Lotim, kloter kedua yakni akan diberangkatkan dari Lotim ke asrama haji NTB pada tanggal 18 Juli 2018, kemudian dari asrama haji berangkat ke tanah suci Mekkah pada tanggal 19 Juni 2018.

Disebutkan Azharuddin, untuk Lotim terbagi dalam 4 kloter yakni 1 kloter utuh dan 3 kloter campuran. Untuk kloter utuh yakni kloter 2, sementara kloter campuran yakni kloter 7, kloter 10 dan kloter 11 dengan sebanyak 10 orang untuk dikloter 11. Sementara jumlah JCH asal Lotim sebanyak 790 orang, ditambah mutasi dari Kota Mataram sehingga mencapai 800 lebih JCH asal Lotim. “Yang mutasi dari Mataram itu karena JCH itu asli Lotim. Agar memudahkan keluarga mereka sehingga mutasi ke Lotim,” jelasnya. (yon)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *