Suara NTB » News » Ekonomi » Silpa APBD NTB Tembus Rp253 Miliar
Silpa APBD NTB Tembus Rp253 Miliar Silpa APBD NTB Tembus Rp253 Miliar
Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD NTB 2017 menembus angka Rp253,17 miliar. Hal itu disebutkan Wakil Gubernur NTB, H. Muh.... Silpa APBD NTB Tembus Rp253 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD NTB 2017 menembus angka Rp253,17 miliar. Hal itu disebutkan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M. Si saat menyampaikan penjelasan gubernur terhadap Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD NTB 2017 di DPRD NTB, Senin, 9 Juli 2018.

Wagub mengatakan, Silpa 2017 sebesar Rp253,17 miliar lebih. Silpa APBD NTB 2017 dikatakan jauh menurun dibandingkan tahun 2016. Tahun sebelumnya, Silpa APBD NTB 2016 mencapai Rp338,35 miliar lebih. ‘’Mengalami penurunan senilai Rp85,17 miliar lebih atau 25,17 persen,’’ sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub menyampaikan laporan realisasi anggaran 2017. Dari sisi pendapatan, direncanakan senilai Rp5,12 triliun lebih. Realisasinya sebesar Rp5,08 triliun lebih atau 99,25 persen. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp1,64 triliun, realisasinya  sebesar Rp1,68 triliun atau 102,61 persen.

Dengan rincian, pajak daerah ditargetkan sebesar Rp1,14 triliun, realisasinya  sebesar Rp1,18 triliun atau 100,22 persen. Retribusi daerah ditargetkan sebesar Rp24,68 miliar lebih, realisasinya  sebesar Rp23,08 miliar  lebih atau 93,52 persen.

Selanjutnya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditargetkan sebesar Rp166,20 miliar  lebih, realisasinya  sebesar Rp163,85 miliar   lebih atau 98,59 persen. Lain-lain PAD yang sah direncanakan sebesar Rp306,34 miliar lebih, realisasinya  sebesar Rp316,72 miliar lebih  atau 103,39  persen.

Baca juga:  Silpa Besar, Perencanaan Pemda Kurang Matang

Untuk pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp3,39 triliun lebih, terealisasi  sebesar Rp3,32 triliun lebih atau 97,83  persen. Terdiri dari transfer pemerintah pusat atau dana perimbangan yang ditargetkan sebesar Rp3,34 triliun lebih. Realisasinya  sebesar Rp3,26 triliun  lebih atau 97,79  persen.

Kemudian transfer pemerintah pusat lainnya yang ditargetkan sebesar  Rp53,39 miliar  lebih dengan realisasi 100 persen. Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah terdiri dari pendapatan hibah yang direncanakan sebesar Rp83,58 miliar  lebih, realisasinya  Rp 76,36 miliar  lebih atau 91,36 persen.

Dari  sisi belanja dan transfer tahun 2017 direncanakan sebesar Rp5,54 triliun lebih, realisasinya  sebesar Rp5,25 triliun  lebih atau 94,75 persen. Dengan rincian belanja operasi, direncanakan sebesar Rp3,77 triliun lebih, realisasinya  sebesar  Rp3,54 triliun lebih atau 93,71 persen.

Kemudian belanja pegawai, direncanakan sebesar Rp1,34 triliun lebih, realisasinya  sebesar  Rp1,28 triliun lebih atau 95,05 persen. Belanja barang dan jasa, direncanakan sebesar Rp 1,03 triliun lebih, realisasinya sebesar Rp963,07 miliar  lebih atau 92,72 persen.

Belanja hibah direncanakan sebesar Rp1,34 triliun lebih, realisasinya sebesar Rp1,25 triliun lebih atau 93,38 persen. Serta belanja bantuan sosial, direncanakan sebesar Rp44,80 miliar  lebih, realisasinya  sebesar Rp38,67 miliar  lebih atau 86,31 persen.

Selain itu, belanja modal, direncanakan sebesar Rp1,20 triliun lebih, realisasinya  sebesar Rp1,15 triliun rupiah lebih atau 95,85 persen. Terdiri dari belanja tanah direncanakan sebesar Rp339 juta lebih, realisasi sebesar Rp272 juta  lebih atau 80,20 persen. Belanja peralatan dan mesin, direncanakan sebesar Rp276,06 miliar  lebih, realisasinya  sebesar Rp260,436 miliar  lebih atau 94,34 persen.

Baca juga:  Silpa Besar, Perencanaan Pemda Kurang Matang

Belanja gedung dan bangunan, direncanakan sebesar Rp219,04 miliar  lebih, realisasinya sebesar Rp203,78 miliar  lebih atau 93,03 persen. Belanja jalan, irigasi dan jaringan, direncanakan sebesar Rp671,44 miliar  lebih. Realisasinya  sebesar Rp664,42 miliar  lebih atau 98,95 persen. Serta belanja aset tetap lainnya, direncanakan sebesar Rp36,54 miliar lebih, realisasinya  sebesar Rp 24,56 miliar   lebih atau 67,21 persen.

Belanja tak terduga, yang merupakan pos anggaran untuk menanggulangi penanganan kegiatan yang mendesak atau darurat seperti bencana alam dan bencana sosial lainnya, pada tahun anggaran 2017 dialokasikan sebesar Rp1 miliar. Realisasinya sebesar Rp28 juta  lebih atau 2,82 persen. Kemudian belanja transfer, yang merupakan pos anggaran untuk bagi hasil ke kabupaten / kota pada tahun anggaran 2017 dialokasikan sebesar Rp563,68 miliar  lebih, realisasinya  sebesar Rp561,10 miliar  lebih atau 99,54 persen. (nas)

 

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *