Suara NTB » News » Yustisi » Naik Penyidikan, BPKP Agendakan Audit Kasus Alat Peraga SMA/SMK
Naik Penyidikan, BPKP Agendakan Audit Kasus Alat Peraga SMA/SMK Naik Penyidikan, BPKP Agendakan Audit Kasus Alat Peraga SMA/SMK
Alat peraga berupa mesin jahit dan bordir di SMK 4 Mataram, salah satu item pengadaan pada Dikbud NTB yang bermasalah. (Suara NTB/ars)
Mataram (Suara NTB) – Kasus pengadaan alat peraga SMA/SMK se NTB naik tahap penyidikan. Agenda berikutnya, penyidik Polda NTB meminta audit kerugian  negara melibatkan... Naik Penyidikan, BPKP Agendakan Audit Kasus Alat Peraga SMA/SMK

Mataram (Suara NTB) – Kasus pengadaan alat peraga SMA/SMK se NTB naik tahap penyidikan. Agenda berikutnya, penyidik Polda NTB meminta audit kerugian  negara melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kasus alat peraga berupa pengadaan komputer SMK dan pengadaan perangkat marching band SMA statusnya ditingkatkan ke penyidikan, setelah penyidik Subdit III Tipikor menemukan dua alat bukti cukup.

Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan, pejabat Dikbud Provinsi NTB hingga rekanan pelaksana. Naiknya status kasus ini dibenarkan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Wahyudi, SIK.

Dihubungi Senin, 9 Juli 2018, Korwas Investigasi BPKP NTB Adi Sucipto membenarkan, sudah ada permintaan audit dari penyidik Polda NTB.  Namun sejauh ini masih mengatur jadwal untuk menurunkan tim audit.

‘’Sudah (terima permintaan audit). Tapi belum bisa turun audit,’’ ujar Adi Sucipto kepada Suara NTB.

Ada dua proses audit berbeda yang berlaku di BPKP. Audit Investigasi (AI) untuk kasus yang masih perlu dilakukan pendalaman bukti untuk menemukan kerugian dan audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) terhadap kasus yang alat buktinya sudah lengkap. Hanya tinggal penghitungan untuk menentukan besaran kerugian.

Baca juga:  Temuan BPK, Rp 6 Miliar di Bappeda Kota Bima Diduga Bermasalah

Dijelaskan Adi Sucipto, dalam kasus alat peraga SMA/SMK se NTB ini, pihaknya mendapat permintaan audit PKKN. “Langsung tahapan audit PKKN,” sebutnya.

Sumber anggaran alat peraga diketahui dari APBN, senilai Rp 5 miliar lebih untuk pengadaan komputer SMK dan Rp 1,6 miliar lebih untuk pengadaan marching band SMA. Pelapor dalam pengadaan tahun 2017 ini menemukan indikasi kekurangan spek pada dua item alat peraga tersebut. Bahkan terindikasi ada barang yang tidak sampai ke sekolah.

Direskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. Syamsudin Baharudin, SH.,M.Si menginformasikan, penyidikan masih terus berlanjut. Tahapan lain yang akan dilakukan, menghitung kerugian negara jika diperlukan oleh penyidik.

Baca juga:  Mataram Dapat Bantuan Bibit Bawang dan Cabai Rp2,3 Miliar

“Untuk audit (kerugian negara), arahnya ke sana. Tapi itu nanti penyidik yang akan menentukan,” kata Syamsudin Baharudin.

Soal tahapan permintaan audit kerugian negara, ia menyerahkan sepenuhnya pada penyidik untuk menentukan ritme. Karena saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti dalam rangka melengkapi materi penyidikan.

‘’Jadi masih lanjut terus kasusnya, pemeriksaan-pemeriksaan,’’ jelasnya.

Hingga awal pekan ini belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut, meski sudah ditingkatkan ke penyidikan. Karena untuk sampai tahap menetapkan tersangka menurut Direskrimsus, perlu ada gelar perkara yang akan dilakukan tim penyidik. (ars)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *