Suara NTB » News » Pilihan Editor » Petani Tembakau Tolak Beralih ke Tanaman Lain
Petani Tembakau Tolak Beralih ke Tanaman Lain Petani Tembakau Tolak Beralih ke Tanaman Lain
AIRI LAHAN - Lalu Suhandi, salah satu petani tembakau di Kecamatan Keruak, Lotim mengairi tanaman tembakaunya. Suhandi dan petani lainnya di Lotim menolak wacana penggantian tanaman tembakau dengan tanaman lain. (Suara NTB/yon)
Selong (Suara NTB) – Penyataan Wakil Presiden (Wapres) Drs. H. M. Jusuf Kalla yang meminta Pemprov NTB mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain ditolak... Petani Tembakau Tolak Beralih ke Tanaman Lain

Selong (Suara NTB) – Penyataan Wakil Presiden (Wapres) Drs. H. M. Jusuf Kalla yang meminta Pemprov NTB mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain ditolak petani tembakau di Lombok Timur (Lotim). Petani di Lotim beranggapan, bertani tembakau jauh lebih menguntungkan daripada harus bertani tanaman hortikultura.

Kepada Suara NTB, Minggu, 8 Juli 2018, Lalu Suhandi petani tembakau di Kecamatan Keruak mengaku, bertani tembakau jenis virginia yang ditanam merupakan turun temurun dan sumber penghidupan keluarganya. Hasil yang didapatkan jauh lebih melimpah daripada harus mengandalkan tanaman hortikultura. Apabila petani diminta beralih ke tanaman lain, menurutnya, itu tidak bisa dipaksakan, karena harus disesuaikan dengan kondisi lahan, ketersediaan air dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, dirinya akan tetap bertahan untuk menanam tembakau dengan apapun alasannya. Pasalnya, beberapa waktu lalu ia mencoba menanam tanaman hortikultura lainnya di lahan yang sama, namun sama sekali tidak ada keuntungan yang didapatkan. “Rugi besar kita waktu itu, ini lahannya tidak cocok dan ketersediaan air juga cukup terbatas. Untuk mengairi tembakau saja kita menggunakan pompa,” ujarnya.

Ia melihat dari “emas hijau” tersebut perekonomian masyarakat bisa terangkat, termasuk masyarakat bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. Lalu Suhandi yang memiliki lahan seluas 1 hektar 10 are ini kembali menegaskan, sejumlah tanaman lainnya berupa jagung, padi, kacang serta sejumlah tanaman lainnya di lahan yang sama. Namun yang jauh lebih menguntungkan yakni tanaman tembakau terutama ketika musim kemarau seperti sekarang ini.

Sebelumnya, Wapres H. M. Jusuf Kalla dalam kunjungannya ke Desa Dakung Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah, Kamis, 5 Juli 2018 mengatakan, NTB merupakan daerah yang agak kontroversi. Pasalnya, di mana-mana ditemukan masyarakat menanam tembakau. Di sisi yang lain ada kampanye anti rokok yang dilakukan pemerintah.

Untuk itu, ia meminta Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi untuk mencarikan petani tanaman alternatif yang dapat menjadi pengganti tembakau.

Menurutnya, pasti ada tanaman yang dapat menggantikan komoditas tembakau. Ia melihat, petani yang menanam tembakau bukan saja di NTB tetapi juga di daerah lainnya di Indonesia. (yon)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *