Suara NTB » News » Ekonomi » Nasib PT. DMB Berujung Tiga Opsi
Nasib PT. DMB Berujung Tiga Opsi Nasib PT. DMB Berujung Tiga Opsi
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Chairul Mahsul (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin, 25 Juni 2018 mendatang. RUPS ini... Nasib PT. DMB Berujung Tiga Opsi

Mataram (Suara NTB) – PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin, 25 Juni 2018 mendatang. RUPS ini akan menentukan apakah perusahaan milik Pemprov NTB, Pemda Kabupaten Sumbawa dan Pemda Sumbawa ini  akan tetap dipertahankan  atau malah dibubarkan.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Chairul Mahsul, SH, MM mengatakan ada tiga opsi yang akan dibahas oleh para pemegang saham dalam RUPS awal pekan mendatang. Opsi pertama, PT. DMB tetap dipertahankan. Kedua, PT. DMB dapat diambil alih Pemprov NTB. Ketiga, PT. DMB dilikuidasi atau dibubarkan.

“Ada beberapa opsi, dilanjutkan, diambil alih atau dilikuidasi. Keputusannya besok dalam RUPS,” kata Chairul ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 21 Juni 2018 siang.

Dari tiga opsi tersebut, Pemprov sebagai pemegang saham 40 persen di PT. DMB belum mengambil keputusan. Apakah akan mengambil opsi  pertama, kedua dan ketiga. Untuk membahas masalah ini, kata Chairul sedang dilakukan pembahasan di internal Pemprov NTB.

Baca juga:  Pemprov NTB Bantah Operasional Rumah Kemasan Macet

Chairul menjelaskan, Pemprov NTB dapat mengambil alih PT. DMB. Dengan cara membeli saham milik Pemkab KSB dan Sumbawa. Namun, untuk opsi pengambil alihan dan likuidasi PT. DMB harus melalui Perda.

Mengenai pembubaran PT. DMB, kata mantan Kepala Bappeda NTB ini sepenuhnya berada di pemegang saham. Jika mayoritas pemegang saham menginginkan DMB dibubarkan, maka perusahaan daerah tersebut akan dibubarkan. Diketahui, komposisi kepemilikan saham Pemda di DMB, yakni 40 persen provinsi, 40 persen KSB dan 20 persen Sumbawa.

Diketahui, dana penggantian investasi atau hasil penjualan saham yang diberikan anak perusahaan Group Bakrie ke DMB sebesar Rp 718 miliar lebih. Uang sebesar ini termasuk utang dividen dan advance dividen. Untuk utang dividen dan advance dividen sebesar Rp 221 miliar telah diberikan ke masing-masing Pemda.

Baca juga:  Pemprov NTB Bantah Operasional Rumah Kemasan Macet

Yakni Pemprov NTB, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pemda Kabupaten Sumbawa. Pada Mei lalu, dari Rp 718 miliar dana penggantian investasi itu, PT. Multi Capital telah menyelesaikan kewajibannya sebesar Rp 618 miliar atau 86 persen. Sisanya, sebesar Rp 100 miliar atau  14 persen sudah ditransfer akhir pekan pertama Juni lalu. (nas)

BERITA TERKAIT :