Suara NTB » News » Pilihan Editor » Penanganan Dua Kasus Korupsi di Loteng Tersendat Audit BPK
Penanganan Dua Kasus Korupsi di Loteng Tersendat Audit BPK Penanganan Dua Kasus Korupsi di Loteng Tersendat Audit BPK
Ilustrasi
Praya (Suara NTB) – Penyelidikan dua kasus dugaan korupsi yang ditangani Polres Lombok Tengah (Loteng) masing-masing dugaan korupsi ADD Desa Braim serta Desa Plambik,... Penanganan Dua Kasus Korupsi di Loteng Tersendat Audit BPK

Praya (Suara NTB) – Penyelidikan dua kasus dugaan korupsi yang ditangani Polres Lombok Tengah (Loteng) masing-masing dugaan korupsi ADD Desa Braim serta Desa Plambik, hingga kini belum bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan. Lantaran masih tersendat proses audit kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., kepada Suara NTB, Senin, 11 Juni 2018.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPK RI Perwakilan NTB guna meminta audit terhadap kedua kasus dugaan korupsi ADD. Namun oleh pihak BPK RI Perwakilan NTB, belum ada tindak lanjut sampai sejauh ini, sehingga untuk kedua kasus ini, pihaknya belum bisa memutuskan, kapan bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Kita masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak BPK RI Perwakilan NTB terkait kesiapan mereka untuk melakukan audit kerugian negara terhadap dua kasus ini. Sementara belum ada proses audit maka kita belum bisa memutuskan peningkatan status penanganan kasus ADD Desa Braim dan Desa Plambik,” terangnya.

Rafles mengaku, kalau dari proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya memang ada indikasi kuat terjadi penyimpangan. Tapi untuk membuktikan indikasi tersebut benar adanya atau tidak, maka harus ada audit kerugian negara. Dan, dalam hal ini hanya bisa dilakukan oleh lembaga negara yang berwenang.

Sambil menunggu proses audit, pihaknya tetap mengumpulkan bahan dan keterangan pendukung guna melengkapi berkas penyidikan terhadap dugaan korupsi ADD Desa Braim maupun Desa Plambik ini.

Lebih lanjut, Rafles menambahkan, selain kedua dugaan korupsi ADD ini, pihaknya juga tengah menuntaskan penanganan lanjutan kasus dugaan korupsi ADD Desa Langko dengan tersangka bendahara Desa Langko. Sebelumnya, berkas perkara dengan tersangka mantan Kades Langko sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan saat ini sudah masuk proses persidangan.

“Untuk kasus ADD Desa Langko, kita tidak hanya berhenti pada mantan kadesnya saja. Tetapi keterlibatan bendahara Desa Langko juga kita selidiki,” pungkasnya. Penanganan lanjutan kasus ADD Desa Langko diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat ini. (kir)

BERITA TERKAIT :