Suara NTB » News » Dompu » Libur Idul Fitri, RSUD Dompu Tetap Buka Layanan 24 Jam
Libur Idul Fitri, RSUD Dompu Tetap Buka Layanan 24 Jam Libur Idul Fitri, RSUD Dompu Tetap Buka Layanan 24 Jam
RSUD Dompu yang telah siap melayani pasien melalui IGD-nya. (Suara NTB/ula)
Dompu (Suara NTB) – Lebaran Idul Fitri 1439 H tahun 2018 pemerintah menambah masa cuti bersama bagi ASN hingga 12 hari untuk memberikan waktu... Libur Idul Fitri, RSUD Dompu Tetap Buka Layanan 24 Jam

Dompu (Suara NTB) – Lebaran Idul Fitri 1439 H tahun 2018 pemerintah menambah masa cuti bersama bagi ASN hingga 12 hari untuk memberikan waktu berkumpul bersama keluarga. Kendati pemerintah menambah masa cuti bersama, pelayanan di RSUD Dompu tetap dilakukan hingga 24 jam.

Direktur RSUD Dompu, dr H Syafruddin melalui Humas RSUD Dompu, Gunawan, A.Md.Pik kepada Suara NTB, Sabtu, 10 Juni 2018 mengungkapkan, RSUD Dompu tetap membuka layanan bagi pasien hingga 24 jam. Pelayanan dibuka melalui IGD hingga 24 jam dan standbykan dokter umum sebagai dokter jaga.

“Pelayanan di RSUD tetap dibuka walaupun libur lebaran. Kita melayani pasien melalui IGD yang siap 1 x 24 jam,” katanya.

Ada beberapa isntalasi penunjang yang juga tidak libur dan tetap melayani pasien di RSUD Dompu seperti Laboratorium, Radiologi, Apotik, ICCU, OK, dan ruang rawat inap hingga bagian qizi. Instalasi ini akan menunjang pelayanan pasien di RSUD, sehingga tidak dikenakan libur walaupun sedang masa libur atau cuti bersama.

“Kita bagi shift. Ada yang shift pagi, sore, dan shift malam,” katanya.

Dengan pola ini, lanjut Gunawan, dipastikan setiap pasien akan tetap mendapat pelayanan dari petugas. Selain perawat yang jaga, juga dokter umum juga standby untuk melayani pasien. Bahkan dokter spesial juga tetap memberikan pelayanan, walaupun melalui telpon. “Untuk konsultasi dokter spesialis dilakukan melalui sambungan telpon,” jelasnya.

Yang ikut libur sesuai masa cuti bersama bagi ASN dan aparatur pemerintah di RSUD Dompu, kata Gunawan hanya managemen dan bagian poli perawatan. Pihak managemen dan bagian poli ini tidak akan mempengaruhi bagian pelayanan. “Pelayanan tetap seperti biasa,” terangnya.

Terkait keberadaan pos pengamanan lebaran, dikatakan Gunawan, pihaknya tetap bersiaga di RSUD untuk menerima limpahan pasien dari Puskesmas atau pasien yang dibawa langsung ke IGD. Namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan pos pengamanan lebaran.

“Yang jaga di pos pengamanan lebaran bersama aparat kepolisian, biasanya teman – teman dari Puskesmas,” ungkapnya.

Dokter yang ditugaskan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak hanya harus memiliki sertifikat ijin praktik sebagai dokter, tapi mereka juga diharuskan memiliki sertifikat Advenced Trauma Life Spot (ATLS). Sertifikat ini diperoleh dari program pelatihan bagi tenaga medis dalam pengelolaan kasus trauma akut, yang dikembangkan oleh American Colege of Surgeons. Program serupa ada untuk penyedia layanan yang lebih rendah seperti paramedis.

RSUD Dompu terus berbenah dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pasien sesuai visinya mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima dan profesional. Visi ini dijabarkan dalam 5 misi dan salah satunya menjadi pusat rujukan sarana kesehatan Kabupaten Dompu.

Karenanya, manajemen RSUD Dompu berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan di Mataram ke RSUD Dompu, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani oleh tambahan biaya ketika merujuk keluarga yang sakit. (ula/*)

BERITA TERKAIT :