Suara NTB » News » Headline » Makna Ramadhan Bagi Pasangan Ahyar-Mori
Makna Ramadhan Bagi Pasangan Ahyar-Mori Makna Ramadhan Bagi Pasangan Ahyar-Mori
Pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi (Ahyar-Mori) (Suara NTB/ist)
Mataram (Suara NTB) – Bulan Ramadhan sudah tiba. Di bulan ini, banyak umat Islam yang bergembira karena kembali bersua dengan bulan yang penuh keistimewaan... Makna Ramadhan Bagi Pasangan Ahyar-Mori

Mataram (Suara NTB) – Bulan Ramadhan sudah tiba. Di bulan ini, banyak umat Islam yang bergembira karena kembali bersua dengan bulan yang penuh keistimewaan ini. Bagi pasangan Calon Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori), bulan ini merupakan bulan tempat mengasah kemampuan toleransi untuk semua pihak.

“Ramadhan adalah bulan rahmat, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an. Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, bulan yang setiap ibadah dilipatgandakan hitungan amalnya. Mari kita isi bulan suci ini dengan sebaik-baik dan sebanyak-banyak amalan, jalani dengan niat tulus ikhlas,” demikian pasangan Ahyar-Mori melalui laman facebook resminya, Rabu (16/5).

Bagi pasangan nomor urut 2 ini, Ramadhan ialah berkah bukan musibah. Ramadhan juga merupakan ketakwaan dan bukan keserakahan. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kebaikan dan bukan bulan untuk saling menjatuhkan.

“Ramadhan ialah saling berbagi dan mengasihi bukan untuk saling mencaci. Ramadhan ialah toleransi pada semua bukan hanya pada untuk yang seagama.”

Karena sifatnya tersebut, Ramadhan menjadi bulan suci. Bulan di mana diri umat Islam ditempa untuk menjadi pribadi yang memiliki ketakwaan serta ketulusan. Agar, umat Islam selalu menebar cinta kasih pada sesama dan terutama pada Tuhan yang Maha Kuasa.

Dalam pernyataan terpisah, pasangan Ahyar-Mori juga mengutarakan keprihatinannya atas serangkaian aksi teror di sejumlah wilayah di Indonesia, yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Selain menyampaikan belasungkawanya, pasangan Ahyar-Mori juga mengutuk keras pelaku dan dalang di balik teror tersebut. Apalagi, insiden ini terjadi menjelang bulan Ramadhan yang seharusnya disambut dengan penuh kedamaian.

Baca juga:  Beri Selamat Kepada Zul-Rohmi, Ahyar Berharap Visi-Misinya Diakomodir

Seperti diketahui, serangkaian aksi pengeboman bunuh diri dan aksi teror lainnya di berbagai daerah menghentak kesadaran kita. Publik terperanjat oleh perilaku para teroris yang segera memantik reaksi balik yang beragam.

Pasangan Ahyar-Mori pun menilai hal ini perlu disikapi secara bersama. “Bagaimanapun ini adalah perbuatan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak keutuhan, kesatuan serta keamanan NKRI.”

Juru bicara pasangan Ahyar-Mori, Syuaeb Quri berharap, segala kejadian ini akan segera dapat diatasi dengan baik oleh pihak-pihak yang berwajib. Ia juga berharap para pelaku teror beserta dalang di balik aksi teror ini segera ditangkap, supaya tidak meresahkan masyarakat kembali.

“Mari, kita doakan dan jaga keutuhan negara kita Indonesia bersama karena Indonesia adalah rumah kita semua dengan cara tetap saling menjaga kerukunan serta menjunjung tinggi rasa solidaritas antar sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, mengutarakan pentingnya upaya bersama dari semua pemangku kebijakan untuk menciptakan kondusivitas dan kekhusyukan beribadah di bulan Ramadhan ini.

Mori berharap, aparat kepolisian dan semua pihak terkait bisa mengantisipasi potensi kejadian – kejadian yang bisa menimbulkan gangguan keamanan.

Baca juga:  Beri Selamat Kepada Zul-Rohmi, Ahyar Berharap Visi-Misinya Diakomodir

Selain itu, Mori juga berharap pemangku kebijakan yang berkaitan dengan tata kelola perekonomian memperhatikan berbagai gejala yang kerap merugikan masyarakat di bulan Ramadhan. Gejala dimaksud antara lain, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

Untuk mengantisipasi gejolak, Mori menyerukan kepada dinas atau lembaga terkait, bersama Bulog dan pemangku kebijakan lainnya, memperkuat kewaspadaan. Semua pihak tersebut diharapkannya terus memantau kondisi di lapangan. Ketika terjadi kelangkaan stok atau kenaikan harga, Mori menegaskan harus segera dilakukan upaya kongkret yang segera.

“Kita jangan sampai membiarkan masyarakat ini berpuasa tapi mereka diganggu oleh berbagai hal. Seperti barang kebutuhan yang naik, atau adanya gangguan keamanan. Kita ingin semua pihak mendukung terciptanya suasana bulan Ramadhan yang nyaman,” ujarnya.

Kepada warga NTB, Mori juga menyerukan agar memaknai Ramadhan ini sebagai ajang refleksi, ajang menahan diri agar tidak terjebak pada perilaku yang merusak. “Mudah-mudahan di bulan puasa kali ini kita bisa menjadi lebih baik lagi, lebih bertakwa lagi, lebih sejahtera lagi,” tandas lulusan magister di salah satu universitas di Australia ini. (tim)

BERITA TERKAIT :