Suara NTB » News » Sumbawa » Tiga Pejabat Dinas PUPR Sumbawa Diperiksa Kejari Sumbawa
Tiga Pejabat Dinas PUPR Sumbawa Diperiksa Kejari Sumbawa Tiga Pejabat Dinas PUPR Sumbawa Diperiksa Kejari Sumbawa
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD (Suara NTB/ind)
Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa mulai memanggil saksi-saksi dalam penyidikan kasus dugaan penyimpangan pembangunan talud pengaman pantai Dusun Patedong, Desa... Tiga Pejabat Dinas PUPR Sumbawa Diperiksa Kejari Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa mulai memanggil saksi-saksi dalam penyidikan kasus dugaan penyimpangan pembangunan talud pengaman pantai Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo. Dari sejumlah saksi yang ada, tiga pejabat dari Dinas PUPR Sumbawa diperiksa, Selasa, 15 Mei 2018.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD, S.H kepada wartawan, membenarkan adanya pemeriksaan tiga pejabat PU tersebut. Ketiga pejabat tersebut yakni PPTK, bendahara dan PPHP.

Adapun dua saksi lainnya yang dipanggil tidak memenuhi panggilan yakni, kontraktor pelaksana dan PPHP. Kontraktor Berhalangan hadir dan meminta pemeriksaan dijadwalkan pekan depan, karena orang tuanya sedang sakit. Sedangkan PPHP tidak diketahui ketidakhadirannya, karena jaksa yang memeriksa sedang berada di lapangan.

“Jadwalnya sebenarnya lima orang diperiksa hari ini. Tiga orang yang menghadiri panggilan,” ujarnya.

Dijelaskan Raka, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi. Sebelumnya pihaknya sudah memeriksa pemilik perusahaan dan konsultan perencana. Pihaknya masih akan memeriksa belasan saksi lainnya hingga satu minggu kedepan. Termasuk Kades Sebotok dan Kadus Patedong yang dijadwalkan pemeriksaannya pada Senin mendatang.

Seperti diberitakan, talud pengaman pantai Dusun Patedong pekerjaannya sampai sekarang belum diselesaikan. Di lokasi pun sudah tidak ada pengerjaan, padahal seharusnya proyek yang menelan anggaran Rp186 juta tersebut dianggarkan melalui APBD tahun 2017.

Selain itu pengerjaannya juga diduga tidak sesuai spesifikasi. Dimana talud yang seharusnya menggunakan batu dari kali tersebut, diganti dengan batu karang. Baru-baru ini tim kejaksaan juga turun ke lokasi melakukan pengecekan fisik talud pengaman pantai tersebut. (ind)

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *