Suara NTB » News » Lombok Timur » Guru dan Kepala SMKN Model 1 Sikur Dimediasi
Guru dan Kepala SMKN Model 1 Sikur Dimediasi Guru dan Kepala SMKN Model 1 Sikur Dimediasi
Demo menuntut Kepala SMKN Model 1 Sikur diganti beberapa hari lalu. (Suara NTB/dok)
Selong (Suara NTB) – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Menengah (Dikmen) Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Lotim Dinas Dikbud NTB memanggil guru beserta... Guru dan Kepala SMKN Model 1 Sikur Dimediasi

Selong (Suara NTB) – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Menengah (Dikmen) Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Lotim Dinas Dikbud NTB memanggil guru beserta kepala sekolah SMKN Model 1 Sikur terkait polemik yang terjadi di internal sekolah. Kedua belah pihak dipanggil untuk dilakukan klarifikasi serta mencari titik terang dari akar permasalahan yang terjadi tersebut.

Kepada Suara NTB, Selasa, 15 Mei 2018, Kepala UPT Layanan Dikmen PK-PLK Lotim, H. Mashun, MPd., mengatakan, kedua belah pihak sudah dipanggil untuk dilakukan klarifikasi terkait polemik yang terjadi antara guru dan kepala sekolah di SMKN Model 1 Sikur. Kedua belah pihak dipertemukan di kantor Dikmen Lotim, Selasa siang.

Untuk guru diwakili Kasubag dan Bendahara SMKN Model 1 Sikur. “Kita sudah klarifikasi kedua belah pihak, kepala sekolah siap mengubah sikap dan perilakunya,” ujarnya.

Terpisah, Pjs Bupati Lotim, H. Ahsanul Khalik, menegaskan supaya tidak mengganggu stabilitas dunia pendidikan. Pemerintah daerah tentunya akan mengambil sikap berupa memberi masukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

Disampaikan Kepala Dinas Sosial NTB ini, jabatan kepala sekolah merupakan tugas tambahan yang diberikan untuk memperlancar bagaimana membawa suatu sekolah terutama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) antara guru dan siswa berjalan dengan baik, termasuk sejumlah persoalan lainnya yang berkaitan dengan sekolah itu.

Untuk itu, kepala sekolah harus mendengar bukan saja mendengar apa yang menjadi masukan dari para guru, melainkan masukan-masukan dari orang tua siswa bahkan dari siswa harus didengar oleh seorang kepala sekolah melalui Organisasi siswa Intra Sekolah (OSIS). (yon)

 

BERITA TERKAIT :