Suara NTB » News » Headline » Ke Suela, TGA Bawa Kabar Gembira
Ke Suela, TGA Bawa Kabar Gembira Ke Suela, TGA Bawa Kabar Gembira
Calon Gubernur NTB nomor urut 2, TGH. Ahyar Abduh alias TGA berpidato di hadapan para relawan, dan simpatisan pendukung pasangan Ahyar-Mori di Suela, Senin, 14 Mei 2018. (Suara NTB/Tim Media Ahyar-Mori)
Lombok Timur (Suara NTB) – Ada kabar gembira yang dibawa oleh Calon Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh (TGA) saat berkunjung ke Suela, Senin, 14... Ke Suela, TGA Bawa Kabar Gembira

Lombok Timur (Suara NTB) – Ada kabar gembira yang dibawa oleh Calon Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh (TGA) saat berkunjung ke Suela, Senin, 14 Mei 2018. Calon Gubernur NTB nomor urut 2 ini telah menyiapkan kebijakan yang bisa menjawab masalah kekeringan yang kerap mengganggu kehidupan warga.

TGH. Ahyar Abduh hadir di Suela untuk mengikuti pertemuan terbatas tingkat kabupaten di lapangan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pertemuan terbatas ini dihadiri oleh para pendukung, relawan, dan simpatisan paslon yang didukung oleh 9 partai politik ini.

Kegiatan kampanye ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh,  dan beberapa tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda Lombok Timur lainnya.

Pada pidato politiknya, TGA yang berpasangan dengan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm ini menyampaikan beberapa hal yang terjadi di Lombok Timur. TGA juga mengungkapkan keprihatinannya karena pembangunan di Kabupaten Lombok Timur hanya dirasakan oleh kaum elit.

Hal ini terbukti dari angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Begitu juga dengan angka kesenjangan sosial dan IPM Kabupaten Lombok Timur yang masih di posisi 8 dari 10 kabupaten.

“Masalah pembangunan itu adalah prioritas, mau atau tidak mau sebagai pemerintah dalam membangun daerah, jika kami terpilih, dengan janji kerja yang berpihak kepada masyarakat, Inshaa Allah permasalahan yang ada kita bisa selesaikan bersama,” ujar tuan guru yang mulai sering disapa TGA ini.

Baca juga:  Relawan Ingin TGA Tularkan Sukses Kota Mataram

Selain itu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Lombok bagian selatan, terutama permasalahan kekeringan yang sering melanda daerah ini setiap tahun, Ahyar-Mori berjanji akan membangun bendungan besar, yaitu bendungan di Pujut dan Mujur. Pasangan Ahyar-Mori juga siap melakukan pendistribusian air bersih dari Lombok bagian utara sampai ke bagian selatan.

“Permasalahan yang sering kita hadapi adalah kekeringan. Kalau kita berniat untuk menyelesaikannya, ya pasti bisa. Kalau kami diberikan kesempatan untuk memimpin NTB, akan kami bangun 2 bendungan yang bisa memasok air baku untuk pertanian, selain bendungan kami juga siap memasang pipa untuk memanfaatkan keberlimpahan air di utara untuk dialirkan ke daerah Lombok bagian selatan, karena Lombok bagian selatan memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan membutuhkan air,” ujar Walikota Mataram 2 Periode ini.

Mengatasi masalah pertanian dan kekeringan ini memang menjadi salah satu program dan janji kerja yang terus dicanangkan oleh pasangan Ahyar – Mori dalam setiap kesempatan kunjungan ke wilayah-wilayah Lombok Tengah dan Lombok Timur terutama bagian selatan.

Hal ini memang menjadi perhatian serius Ahyar-Mori, lantaran masyarakat sangat bergantung pada hasil pertanian, sementara masalah kekeringan terus saja terjadi setiap tahun, terutama di musim kemarau.

Baca juga:  Dipimpin TGA, Kota Mataram Menuju Pentas Dunia

Sejumlah masyarakat yang hadir pada pertemuan terbatas ini, sangat antusias dengan rencana Ahyar-Mori dalam membangun wilayah bagian selatan ini.  Mereka berharap, Ahyar-Mori dapat memenangkan pilgub, sehingga masalah kekeringan di Kabupaten Lombok Timur ini bisa segera teratasi.

Dalam kesempatan yang berbeda, Calon Wagub NTB, H. Mori Hanafi juga kerap menyampaikan solusi jangka panjang dari kekeringan yang kerap melanda sejumlah daerah di NTB. Solusi itu berupa perbaikan tata kelola hutan yang merupakan mekanisme alami untuk menyeimbangkan lingkungan.

Mori meyakini, pengelolaan hutan yang baik adalah syarat utama untuk mengembalikan siklus hidrologi di bumi. Namun, ia juga mengakui bahwa memperbaiki kerusakan hutan di NTB memang bukanlah perkara mudah. Perlu waktu lama dan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan untuk mewujudkannya.

“Karena itulah, pasangan Ahyar-Mori akan berupaya menggandeng semua pihak. Terutama masyarakat sekitar hutan untuk mengawal perbaikan tata kelola hutan kita,” ujarnya.

Selain itu, ujarnya, ketersediaan infrastruktur penunjang yang bisa mengalirkan air hingga ke daerah-daerah yang jauh harus dibangun dengan dukungan anggaran yang memadai. (tim)

 

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *