Suara NTB » News » NTB » Strategi Berkelit Ali BD dari Serangan Lawan, Hidupkan Suasana Debat
Strategi Berkelit Ali BD dari Serangan Lawan, Hidupkan Suasana Debat Strategi Berkelit Ali BD dari Serangan Lawan, Hidupkan Suasana Debat
Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat mengikuti debat kandidat putaran I, Sabtu, 12 Mei 2018 (Suara NTB/Humas KPU NTB)
Mataram (Suara NTB) – Debat Terbuka putaran pertama, kandidat cagub/cawagub NTB 2018, digelar Sabtu, 12 Mei 2018 malam lalu, di Mataram. Debat seperti menjadi... Strategi Berkelit Ali BD dari Serangan Lawan, Hidupkan Suasana Debat

Mataram (Suara NTB) – Debat Terbuka putaran pertama, kandidat cagub/cawagub NTB 2018, digelar Sabtu, 12 Mei 2018 malam lalu, di Mataram. Debat seperti menjadi panggung milik Calon Gubernur nomor urut 4, H. Moch. Ali Bin Dachlan.

Calon dari jalur independen itu dinilai berhasil tampil menguasai panggung, bukan lantaran kehebatan dan penguasaan subtansi materi debat yang disampaikannya. Tapi melainkan jurus berkelitnya dari serangan pertanyaan lawan yang tak mampu dijawab oleh Ali sendiri dengan baik.

Jurus berkelit Ali BD saat tidak mampu menjawab sesuai harapan tajamnya serangan pertanyaan dari pihak lawan, sukses mengocok perut audiens yang hadir diarena debat dan bahkan mungkin masyarakat NTB yang menonoton langsung dari stasiun televisi yang menayangkan debat tersebut secara langsung.

Gelak tawa dari audiens didalam arena debat, tak terhindarkan saat Ali BD berkelit, karena tak mampu mengimbangi pertanyaan dari paslon nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah.

Pertanyaan Dr. Zul kepada paslon nomor urut 4, terkait dengan setartegi pengembangan bioteknologi untuk sektor unggulan di NTB seperti pertanian, perikanan dan peternakan, diangap oleh Ali BD terlalu jauh dengan permasalahan masyarakat.

“Pertanyaan anda itu mengutip isu dunia,” ujar Ali BD dengan entengnya.

Pada saat diberikan kesempatan menanggapi pertanyaan jawaban Ali BD, Dr. Zul, melihat bahwa calon independen, non partai dan non blok itu keliru dalam memahami bioteknologi, sehingga mengganggapnya sebagai isu dunia.

Lantas, Dr. Zul terpaksa memberikan penjelasan lebih sistematis terkait isu bioteknologi kepada Ali. Ditegaskan oleh Dr. Zul, bahwa isu bioteknologi bukan isu dunia, namun sudah menjadi isu kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di NTB.

“Sebenarnya biloteknologi ini bukan isu dunia, tetapi ini isu sehari-hari kita pak, oleh karena itu bioteknologi ini ingin kita terapkan untuk meningkatkan produktifitas sektor unggulan kita, misalnya bagaimana kurma itu bisa tumbuh di NTB, dan bisa berbuah lebih cepat, itu bio teknologi,” papar Dr. Zul.

Baca juga:  LHKPN Calon di Kabupaten/Kota, Machsun Ridwaini Calon Terkaya

Setelah mendapatkan penjelasan yang cukup sistematis dari Dr. Zul, Ali BD terlihat mulai mengerti dengan gagasan politisi PKS itu, dan membuat Ali BD tak bisa berkutik lagi dari sisi materi bioteknologi, sehingga dengan terpaksa harus mengakui ia tak bisa menandingi sang Doktor untuk berbicara bioteknologi.

Namun demikian, Ali BD tak kehabisan cara untuk berkelit agar tidak menujukkan dirinya kalah dari Dr. Zul. “Gagasan itu bagus, rakyat selalu membutuhkan gagasan yang bagus, terimaksi pak Zul yang baik hati, kita akan kembangkan bioteknologi ini. Kalau  dia tidak terplih sebagai gubernur, saya akan angkat dia sebagai staf ahli saya,” ujar Ali BD, yang langsung mencipatkan gelak tawa tidak hanya dari pendungnya saja, tapi juga dari pendukung paslon lain, serta para audiens lainnya yang hadir didalam arena debat. Strategi berkelit Ali BD sukses membuat debat menjadi lebih hidup, sehingga membuat kesan debat jauh dari  suasana ketegangan.

Suasana debat kembali riuh, oleh sorak sorai dari para pendukung pada sesi terkahir, lagi-lagi dipicu oleh aksi Ali BD saat berhadpan dengan paslon nomor urut 1, Suhaili FT, dengan materi setrategi penanganan exstraordinary crime (kejahatan luar biasa). Pada sesi ini, bahan pertanyaan disampaikan memalui tayangan video, yang menayangkan penangkapan pelaku (baju orange) aksi kejahatan luar biasa tersebut.

Dengan penuh semangat, Ali BD langsung menjawab bahwa ia akan menangani kejahatan extraordinary crime, dengan memakasimalkan peran dari inspektorat.

Baca juga:  Paslon yang Tak Ikut Debat Kandidat akan Diberi Sanksi

“Dari pengalaman saya, saya akan berdayakan inspektorat, saya katakan dengan tegas, untuk menindak tegas pelaku korupsi, karena mereka mencuri uang negara. Dan saya tidak berteori, tapi itu pengalaman yang saya lakukan dalam memimpin,” ujarnya.

Suhaili lantas saat diberikan kesempatan untuk menangapi jawaban Ali BD tersebut langsung meluruskan bahwa jawaban Ali tersebut keliru. Karena menurut Suhali pertanyaan yang disamapaikan lewat tayangan video tersebut, bukan soal kejahatan korupsi, melainkan soal terorisme.

“Mungkin ayahanda terlalu cepat menjawab, karena yang ditanya adalah masalah teroris, kok dijawab inspektorat, saya jadi bingung,” ucap Suhaili, yang langsung membuat para audiens tertawa meledak.

Bukan Ali BD namnya jika ia akan kehabisan akal untuk berkelit saat dalam posisi terpojok. Kali ini Ali BD menyalahkan tayangan videonya.

“Itu tidak ada kata teroris, ya. Video anda salah besar, ya. Hanya tahanan. Saya selalu teringat bahwa orang menggunakan baju orange, itu adalah tahanan KPK. Jadi nanti diperbaiki di segmen lain. Jelaskan ini tahanan teroris. Jadi anda yang keliru,” tegas Ali BD.

Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Ahyar Abduh – Mori Hanapi tidak mendapatkan kesempatan untuk saling memberikan pertanyaan, karena pola pengundian urutan memberikan pertanyaan, tidak bisa mempertemukan langsung calon nomor urut 2 dengan nomor urut 4, dan calon nomor urut 1 dengan nomor urut 3. (ndi)

BERITA TERKAIT :