Suara NTB » News » Ekonomi » Realisasi DD Tahap I, KSB Terendah
Realisasi DD Tahap I, KSB Terendah Realisasi DD Tahap I, KSB Terendah
Kakanwil DJPB NTB, Taukhid (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – Hingga pekan pertama Mei 2018, baru 55,43 persen atau Rp 108,7 miliar Dana Desa (DD) tahap I yang sudah dicairkan... Realisasi DD Tahap I, KSB Terendah

Mataram (Suara NTB) – Hingga pekan pertama Mei 2018, baru 55,43 persen atau Rp 108,7 miliar Dana Desa (DD) tahap I yang sudah dicairkan delapan Pemda kabupaten ke desa. Padahal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sudah mentransfer DD tahap I di NTB sebesar Rp 196 miliar lebih. Artinya,  delapan kabupaten masih menahan pencairan DD tahap I sebesar Rp 87,3 miliar lebih.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc.IB, MBA di Mataram, Jumat (11/5) siang  mengatakan, sampai dengan 7 mei 2017, berdasarkan data OMSPAN, hanya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang realisasinya masih nol persen. Disebutkan, rincian penyaluran DD tahap I dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada delapan kabupaten di NTB.

Kabupaten Bima sudah ditransfer sebesar Rp 31,35 miliar lebih, Dompu Rp 12,3 miliar lebih, Sumbawa Rp 24,7 miliar lebih, Sumbawa Barat Rp 10,5 miliar lebih, Lombok Utara Rp 9,8 miliar lebih, Lombok Tengah Rp 31 miliar lebih, Lombok Barat Rp 25,6 miliar lebih dan Lombok Timur Rp 50,5 miliar lebih.

Sementara itu, jumlah DD tahap I yang baru dicairkan pemerintah kabupaten ke desa baru Rp 108,7 miliar lebih. Dengan rincian, Bima baru sebesar Rp 15,6 miliar lebih atau 49,99 persen, Dompu Rp 3,1 miliar lebih atau 25,37 persen, Sumbawa Rp 19 miliar lebih atau 76,92 persen. Selanjutnya, Sumbawa Barat nol persen, Lombok Utara Rp 3,4 miliar lebih atau 34,93 persen, Lombok Tengah Rp 21,4 miliar lebih atau 69,04 persen, Lombok Barat Rp 22,5 miliar atau 87,75 persen dan Lombok Timur Rp 23 miliar lebih atau 46,43 persen.

Taukhid menjelaskan, hasil komunikasi dengan Pemda KSB, realisasi pencairan DD ke desa sebenarnya sudah ada. Namun belum di-upload ke sistem OMSPAN Kemenkeu. Disebutkan, berdasarkan keterangan dari Pemda KSB, realisasi pencairan DD tahap I ke desa sampai 11 Mei 2018 sudah mencapai Rp 3 miliar atau sebanyak 21 desa. Jumlah desa di KSB sebanyak 57 desa. Artinya, masih ada dua pertiga desa  di KSB yang belum memperoleh DD tahap I.

Taukhid menegaskan, DD tahap I harus bisa dicairkan semuanya pada Mei ini. Pasalnya, Kemenkeu sudah lama mentransfer dana tersebut. Bahkan, Kemenkeu sudah mentransfernya ke kabupaten sejak Januari, Februari dan Maret. Dari hasil komunikasi dengan Pemda, DD tahap I ditargetkan tuntas dicairkan kabupaten ke desa pada Juni mendatang.

Terhadap hal ini, ia meminta supaya jangan sampai mundur sampai Juni. Pasalnya, pencairan DD sudah lama dilakukan dari pemerintah pusat. “Harapannya Mei sudah cair semua,” katanya.

Disinggung mengenai penyebab masih banyaknya DD yang belum dicairkan pemda kabupaten, Taukhid mengatakan ada ketakutan dari pemerintah daerah. Namun ia meyakinkan Pemda supaya jangan takut sepanjang mengikuti kebijakan Kemenkeu. “Sepanjang diikuti kebijakan Kementerian Keuangan kita akan jamin. Karena  kita peraturannya menyesuaikan dnegan kebutuhan. Peraturan kementerian lain yang belum  responsif,” katanya.

Pencairan DD ini diharapkan sejak  awal tahun anggaran. Dan pemerintah pusat sudah membuat kebijakan bahwa proyek dari DD dilakukan melalui swakelola. Di mana masyarakat sekitar yang menjadi tenaga kerjanya diupah langsung. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat penurunan kemiksinan dan memperkecil ketimpangan.

Dengan membuat masyarakat desa bekerja, harapannya terjadi peningkatan pendapatan. Jika terjadi peningkatan pendapatan, maka diharapkan masyarakat desa keluar dari garis kemiskinan.

“Katakanlah tiga orang saja satu desa masyarakat yang bekerja, maka kita bisa di NTB ini mengentaskan 3.000 orang dari kemiskinan. Kalau 3.000 orang keluar dari garis kemiskinan, dengan dana desa di NTB. Maka dengan penduduk sekian, maka berpengaruh pengurangan sekian penduduk miskin,” tandasnya. (nas)

BERITA TERKAIT :