Suara NTB » News » Kota Mataram » Kepala Pasar Ampenan Pastikan Tak Ada Kebocoran Retribusi
Kepala Pasar Ampenan Pastikan Tak Ada Kebocoran Retribusi Kepala Pasar Ampenan Pastikan Tak Ada Kebocoran Retribusi
Kepala Pasar Ampenan, Malwi (Suara NTB/lin)
Mataram (Suara NTB) – Kepala Pasar Ampenan, Malwi memastikan tidak ada kebocoran retribusi di Pasar Ampenan. Menyusul ada lima pasar lain di Kota Mataram... Kepala Pasar Ampenan Pastikan Tak Ada Kebocoran Retribusi

Mataram (Suara NTB) – Kepala Pasar Ampenan, Malwi memastikan tidak ada kebocoran retribusi di Pasar Ampenan. Menyusul ada lima pasar lain di Kota Mataram yang diduga mengalami kebocoran retribusi.

Ia mengaku bahwa selama ini penarikan dan penyetoran retribusi Pasar Ampenan dilakukan sesuai dengan aturan. Sehingga ia dapat memastikan tidak ada kesalahan soal retribusi di pasar itu.

“Saya bisa pastikan tidak ada masalah. Karena selama ini kami sudah melakukan penarikan dan penyetoran retribusi itu sesuai Perda,” ujarnya kepada Suara NTB, di Mataram, Jumat, 20 Oktober 2017.

Saat ini terdapat 327 pedagang yang berjualan di Pasar Ampenan. Setiap hari pihaknya dapat menarik retribusi setidaknya Rp 546 ribu. Sehingga dalam sebulan pihaknya dapat mengumpulkan Rp 16.380.000.

Ia mengklaim bahwa selama ini sudah mengikuti aturan dan tidak ada kesalahan. Sehingga ia sangat yakin tidak ada kebocoran atau pelanggaran apapun terkait retribusi.

Baca juga:  Disdag Minta Merger Pasar Panglima dan Selagalas Dikaji

“Kita punya pedagang sekian dan penarikannya sekian, itu sudah ada aturannya. Kita mengikuti aturan, jadi tidak ada masalah sejauh ini,” katanya.

Ia mengaku selama ini menarik retribusi pasar sesuai dengan target yang diberikan oleh Pemkot Mataram. Sehingga pihaknya memiliki dasar dalam penarikan. Dengan harapan, target itu dapat terpenuhi setiap bulan.

“Setiap bulan target capaian retribusinya beda-beda, jadi itu yang menjadi acuan kita dalam menarik retribusi. Karena bagaimanapun target itu harus terpenuhi dan dibuktikan saat penyetoran,” akunya.

Diketahui bahwa ada lima kepala pasar yang telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi NTB terkait dugaan kebocoran retribusi. Beberapa pasar yang diduga mengalami hal itu diantaranya Pasar Abian Tubuh, Pagesangan, Kebon Roek, Mandalika dan Pasar Pagutan. Kabarnya, kepala pasar dari lima tempat itu sudah dipanggil Kejati NTB untuk dimintai keterangan.

Baca juga:  Pembuatan UKL - UPL di Mataram Dinilai Beratkan Pengusaha

Bukan hanya kepala pasar, sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, L. Alwan Basri juga telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Pihaknya mengaku hanya dimintai informasi berupa klarifikasi tentang dugaan kebocoran retribusi tersebut.

Hanya saja pihaknya tidak dapat memberikan keterangan secara rinci tentang informasi seperti apa yang diminta oleh Kejati NTB. Tercatat sudah dua kali Alwan dimintai keterangan terkait dugaan itu. (lin)

BERITA TERKAIT :