Suara NTB » News » Politik » Demokrat – PKS Resmi Berkoalisi di Pilkada NTB
Demokrat – PKS Resmi Berkoalisi di Pilkada NTB Demokrat – PKS Resmi Berkoalisi di Pilkada NTB
Ketua DPW PKS, Abdul Hadi dan Ketua DPD Demokrat, TGH. Mahalli Fikri didampingi Ketua Bapilu DPD Demokrat, M. Nashib Ikroman, berpose bersama usai menyepakati berkoalisi. (Suara NTB/ndi)
Mataram (Suara NTB) – Setelah menunggu cukup lama, proses komunikasi antara Partai Demokrat dan PKS, akhirnya mencapai kesepakatan untuk berkoalisi mengusung pasangan calon kepala... Demokrat – PKS Resmi Berkoalisi di Pilkada NTB

Mataram (Suara NTB) – Setelah menunggu cukup lama, proses komunikasi antara Partai Demokrat dan PKS, akhirnya mencapai kesepakatan untuk berkoalisi mengusung pasangan calon kepala daerah di Pilkada NTB 2018.

Koalisi kedua partai ini juga memastikan pasangan calon yang akan mereka usung, telah mengunci tiket sebagai peserta Pilkada NTB 2018. Karena jumlah kursi kedua partai di perlemen, Demokrat delapan kursi dan PKS enam kursi, telah melampui syarat jumlah minimal 13 kursi untuk bisa mendaftarkan pasangan calon ke KPU.

Kesepakatan koalisi itu dicapai setelah Ketua dua partai tersebut melakukan pertemuan, Kamis, 19 Oktober 2017 kemarin. Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, yang dikonfirmasi Suara NTB, usai bertemu dengan Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi, membenarkan koalisi kedua partai sudah tidak ada keraguan.

Mahalli membeberkan, pertemuan tersebut telah menghasilkan kesepakatan untuk koalisi dan bersama-sama mengusung pasangan calon kepala daerah di Pilkada serentak 2018.

“Kita bersepakat untuk berkoalisi, Insya Allah. Meski belum kita katakan final, tapi sudah ketemu, sudah ada titik temu, tinggal menunggu waktu saja kita umumkan, Insya Allah tidak lama,” ujar Mahalli pada Suara NTB setelah ke luar dari ruang kerja Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi.

Baca juga:  Golkar Klaim SK Suhaili – Amin Sudah Diteken

Dalam pertemuan tersebut, Mahalli Fikri didampingi langsung oleh Wakil Ketua I DPD Demokrat, MNS. Kasdiono dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Demokrat, M. Nashib Ikroman. Pertemuan itu juga disepakati untuk kembali mengagendakan pertemuan berikutnya, guna membahas rancangan paket pasangan calon yang akan diusung.

“Ini masih kesepakatan koalisi dan dan belum tuntas. Maka tentu masih butuh pembicaraan lanjutan dan kita sepakat bertemu kembali. Kita akan diskusikan dulu dengan DPC masing-masing untuk kita ketemu kembali menyepakati keinginan masing-masing,” ujar Wakil Ketua DPRD NTB itu.

Pembicaraan dengan DPC dipandang penting, karena koalisi ini dirancang untuk linear. Dimana dukungan pada Pilkada NTB, berlanjut sampai Pilkada di tiga kabupaten/kota. Sementara diketahui, dukungan kedua partai di tiga kabupaten/kota itu sudah berbeda, maka hal inilah yang akan didiskusikan.

Ketika ditegaskan soal pasangan calon yang akan diusung oleh kedua partai, meskipun tidak secara tegas menyebutkan, tapi Mahalli tidak menampik bahwa kemungkinan akan mengusung pasangan Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. Sitti Rohmi Djalilah. “Itukan nanti, yang jelas Demokrat mengusung kadernya, ibu Sitti Rohmi,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul hadi, juga membenarkan pernyataan Mahalli, bahwa kedua partai telah bersepakat berkoalisi. “Kita tinggal pembicaraan menuju calon. Nah ini ndak bisa kita putuskan, karena itu menjadi kewenangan DPP, kita hanya mengusulkan saja,” jelas Hadi.

Baca juga:  Demokrat - PKS Sedang Rampungkan Koalisi Linear

Terkait pasangan calon, pihaknya masih belum bisa berbicara terlalu jauh, karena sudah menjadi ranah DPP. Yang jelas pihaknya tetap pada usulan awal untuk mengusung Dr. Zulkieflimansyah. Pihaknya bahkan sudah menyampaikan rekomendasi ke pusat. Oleh karena itu, ia tidak mau mendahului keputusan pusat terkait pasangan calon.

“Yang penting kita bangun komunikasi, untuk menjajaki apa tawaran Demokrat, dan apa harapan kita. Itu nanti kita sampaikan ke pusat sesuai dengan arahannya. Mudah-mudahan putusan pusat seperti yang kita harapkan. Jadi sekarang ini kita terus bangun komunikasi, sampai kepastiannya dia daftar ke KPU,” jelasnya.

“Nah ini semua calon, komunikasnya sudah di pusat semua. Jadi kita bangun komunikasi saja sampai menunggu putusan pusat,” pungkasnya. (ndi)

BERITA TERKAIT :