Suara NTB » News » Pilihan Editor » Pengurusan Dokumen CTKI Dikeluhkan
Pengurusan Dokumen CTKI Dikeluhkan Pengurusan Dokumen CTKI Dikeluhkan
Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, H.Wildan (Suara NTB/bul)
Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan menelusuri kendala ke-Imigrasi-an yang dikeluhkan oleh Perusahaan Pengerah TKI Swasta (PPTKIS) yang disampaikan... Pengurusan Dokumen CTKI Dikeluhkan

Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan menelusuri kendala ke-Imigrasi-an yang dikeluhkan oleh Perusahaan Pengerah TKI Swasta (PPTKIS) yang disampaikan ke Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) Provinsi NTB. Hal yang dikeluhkan adalah soal pengurusan dokumen untuk calon TKI (CTKI).

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Drs. H. Wildan merespons langsung keluhan tersebut. Meskipun Wildan menyatakan sejauh yang diketahuinya, proses mendapatkan dokumen di Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) sudah berjalan dengan baik.

‘’Mungkin formulirnya sudah habis. Tapi kalau yang saya lihat setiap hari lancar,’’ kata Wildan menjawab Suara NTB di Mataram, Kamis, 19 Oktober 2017 kemarin.

Ia akan melakukan cek terhadap yang dikeluhkan para PPTKIS. Menurutnya, selama pemerintah daerah melalui Disnakertrans telah memberikan rekomendasi, proses tetap berjalan sesuai yang diharapkan. ‘’Kita cek informasi ini, kita akan turun,’’ janji Wildan.

Baca juga:  TKI Asal Lotim Raih Penghargaan di Malaysia

Sebelumnya, Ketua Aspataki Provinsi NTB, H. L. Didiek Yuliadi, SE menyampaikan hambatan – hambatan yang disampaikan anggotanya pada proses pengurusan dokumen calon TKI di LTSP, terutama di ke-Imigrasi-an.

Aspataki mempertanyakan One Day Service (pelayanan sehari) yang diprogramkan di LTSP guna mempermudah calon-calon TKI di berbagai negara tujuan. Lambannya proses ke-Imigrasi-an dikhawatirkan akan memicu maraknya calon TKI yang berangkat un procedural (ilegal).

Beberapa pelayanan yang dinilai masih lambat. Misalnya, dari pelayanan dokumen di Dukcapil, kemudian syarat pembuatan paspor bagi calon TKI. Seluruh syarat menjadi calon TKI sebenarnya dapat diselesaikan di LTSP tanpa memakan waktu lama. Tetapi saat ini hal itu belum bisa diwujudkan.

Sementara itu, jumlah antrean calon TKI untuk diberangkatkan cukup banyak dari masing-masing PPTKIS. Di sisi lain, perusahaan penampung calon TKI yang menjadi mitra kerjasama PPTKIS, terutama untuk negara penempatan di Malaysia, memberikan waktu hanya tiga bulan kepada PPTKIS untuk mengirimkan calon TKI, setelah ditandatangani kerjasama.

Baca juga:  Jumlah TKI NTB yang Bekerja di Luar Negeri Turun

‘’Untuk perekrutan saja butuh dua bulan. Belum lagi pengurusan dokumen-dokumen pemberangkatan. Kalau pelayanan dokumennya lamban, kita khawatir calon TKI akan lebih memilih jalur ilegal, karena lamanya masa tunggu,’’ paparnya.

Karena itu, Aspataki juga akan membangun komunikasi yang intens dengan stakeholders untuk memastikan dimana benang merahnya. (bul)

BERITA TERKAIT :