Suara NTB » News » Gaya Hidup » Kesehatan » Dirawat di RSUD NTB, Kondisi Aisyah Mulai Membaik
Dirawat di RSUD NTB, Kondisi Aisyah Mulai Membaik Dirawat di RSUD NTB, Kondisi Aisyah Mulai Membaik
Kondisi Aisyah kian membaik dalam perawatan di RSUD Provinsi NTB. (suarantb.com/ist)
Mataram (suarantb.com) – Kondisi kesehatan anak perempuan asal Bima, Aisyah yang mengidap penyakit kulit mengelupas mulai membaik. Ini disampaikan sang Ibu, Yusmul Yati ditemui... Dirawat di RSUD NTB, Kondisi Aisyah Mulai Membaik

Mataram (suarantb.com) – Kondisi kesehatan anak perempuan asal Bima, Aisyah yang mengidap penyakit kulit mengelupas mulai membaik. Ini disampaikan sang Ibu, Yusmul Yati ditemui di RSUD Provinsi NTB, Selasa, 17 Oktober 2017.

“Keadaannya mulai membaik. Aisyah sudah bisa berdiri, makannya lahap, kulitnya sudah mulai banyak yang terkelupas,” ungkapnya.

Karena kondisinya yang kian parah, Aisyah pun dirujuk untuk dirawat di RSUD NTB berbeda dari rencana awal untuk ke RSUP Sanglah Denpasar. “Sejak Jumat lalu, 13 Oktober 2017 dirawat di sini, sudah lima hari di sini. Kemarin sempat mau dirujuk ke Bali, tapi kalau bisa dirawat dokter di sini, dirawat di sini saja,” katanya.

Sebelumnya, Aisyah pernah menjalani perawatan di RSUP Sanglah, namun orang tuanya memilih untuk membawa Aisyah pulang karena ketiadaan biaya. Selama menjalani perawatan di RSUP  Sanglah, Aisyah telah menjalani tes laboratorium mengenai penyakit yang dideritanya. Namun belum ada hasil yang pasti.

“Diagnosanya itu awalnya limfoma non-hodgkin, tapi belum pasti. Tapi sudah tiga kali dites, belum pasti penyakitnya apa. Mau diperiksa lagi sum-sum tulang, tapi keburu pulang. Kalau di sini belum ada hasil diagnosanya, kemarin sudah diambil sample darah hasilnya normal. Tadi pagi diambil sample darahnya tapi sekarang belum keluar hasilnya,” tambahnya.

Ibu rumah tangga ini menambahkan, untuk biaya pengobatan Aisyah ia merasa terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Tetapi ada kalanya, ada beberapa obat yang harus ditebus sendiri dengan harga yang tidak murah.

“Biayanya terbantu dengan BPJS Kesehatan, tapi ada beberapa obat yang harus ditebus sendiri dan harganya mahal. Kita dapat bantuan dari masyarakat, Dinas Kesehatan Bima juga ada, ada tim peduli kemanusiaan juga bantu-bantu kita,” ucapnya lagi.

Cerita Yati, Aisyah termasuk anak yang pintar. Siswi kelas 4 SDN Inpres Kenanga 2 Kecamatan Bolo ini selalu mendapat nilai bagus. Sayangnya, kesempatan Aisyah untuk belajar dan bermain layaknya anak seusianya terhalang oleh penyakit yang dideritanya. (ros)

BERITA TERKAIT :