Suara NTB » News » Gaya Hidup » Kesehatan » 89 Bayi Meninggal Akibat Pneumonia di NTB
89 Bayi Meninggal Akibat Pneumonia di NTB 89 Bayi Meninggal Akibat Pneumonia di NTB
Pemberian imunisasi PCV pada bayi dalam acara Demonstrasi Pemberian Imunisasi PCV di Puskesmas Gunung Sari Lombok Barat, Selasa, 3 Oktober 2017. (suarantb.com/ros)
Giri Menang (suarantb.com) – Menurut data Dinas Kesehatan NTB pada tahun 2016 lalu tercatat 89 balita meninggal akibat penyakit pneumonia atau paru-paru basah. Sebanyak... 89 Bayi Meninggal Akibat Pneumonia di NTB

Giri Menang (suarantb.com) – Menurut data Dinas Kesehatan NTB pada tahun 2016 lalu tercatat 89 balita meninggal akibat penyakit pneumonia atau paru-paru basah. Sebanyak 11.138 orang balita dan 2703 orang anak usia di atas lima tahun diketahui menjadi penderita pneumonia. Alasan inilah yang menjadikan NTB, khususnya kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai lokasi demonstrasi imunisasi pneumokokus konyugasi (PCV).

Hari ini, Selasa, 3 Oktober 2017 bertempat di Puskesmas Gunung Sari Lombok Barat, sekitar 80 bayi diberikan imunisasi PCV-13 untuk mencegah penyakit pneumonia. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. H. M. Subuh yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan pneumonia adalah salah satu penyebab kematian anak tertinggi di Indonesia.

“Angka Riskesdas 2013, pneumonia penyebab angka kematian tertinggi untuk bayi berkisar antara 12,7 persen. Tapi kasusnya pada usia 12-24 bulan mencapai 21,7 persen. Bisa dibayangkan tiap tahun kurang lebih 5 juta orang yang lahir kalau kita tidak lindungi, kurang lebih 1 juta sasaran yang akan meninggal di Indonesia,” tuturnya.

Baca juga:  Dirubung Semut, Bayi Laki-Laki Ditemukan Tergeletak di Teras Warga

Selain angka kematian bayi akibat pneumonia yang cukup tinggi, Subuh menyatakan NTB dipilih sebagai lokasi pengenalan imunisasi PCV karena kondisinya kondusif. NTB telah dua kali menjadi lokasi pengenalan imunisasi, diawali dengan imunisasi hepatitis B dan haemophilus influenza tipe B, yang keduanya secara resmi sudah menjadi program nasional.

“Karena pengalaman kita dari yang lalu-lalu itu sukses, dukungan dari pemda yang
cukup kuat dan solid, begitu pula tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jadi kita harap demonstrasi PCV di Lobar dan Lotim ini bisa jadi replikasi program ini di daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Pemberian imunisasi PVC untuk mencegah pneumonia dalam daftar vaksin yang harus diberikan pada bayi, dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi dimulai demonstrasi pemberian imunisasi PCV 1, PCV 2 dan PCV 3 di Lobar dan Lotim yang dilaksanakan mulai Oktober 2017. Menargetkan 25.894 bayi di Lombok Timur dan 14.392 bayi di Lombok Barat, dengan dosis vaksin yang disediakan sebanyak 40.286 dosis.

Baca juga:  Dirubung Semut, Bayi Laki-Laki Ditemukan Tergeletak di Teras Warga

“Dengan adanya imunisasi pneumokokus, jadwal imunisasi ada tambahan yaitu imunisasi PCV 1 untuk bayi usia 2 bulan, PCV 2 usia 3 bulan dan PCV 3 pada usia 12 bulan,” jelasnya.

Selain Lobar dan Lotim, tahun depan akan dilanjutkan di Kota Mataram, Lombok Utara dan Lombok Tengah. Sisanya, di Kabupaten Sumbawa Besar, Dompu, Bima, Sumbawa Barat, dan Kota Bima akan menyusul tahun 2019. (ros)

BERITA TERKAIT :