Suara NTB » News » Gaya Hidup » Kesehatan » Agustus, Dikes Klaim Kasus DBD di NTB Turun Drastis
Agustus, Dikes Klaim Kasus DBD di NTB Turun Drastis Agustus, Dikes Klaim Kasus DBD di NTB Turun Drastis
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi
Mataram (suarantb.com) – Meski musim kemarau  kasus demam berdarah dengue (DBD) di NTB tetap ditemukan. Masih ada satu dua kasus yang ditemukan, meski jumlahnya... Agustus, Dikes Klaim Kasus DBD di NTB Turun Drastis

Mataram (suarantb.com) – Meski musim kemarau  kasus demam berdarah dengue (DBD) di NTB tetap ditemukan. Masih ada satu dua kasus yang ditemukan, meski jumlahnya jauh di lebih rendah dibanding pada bulan Januari dan Februari yang merupakan puncak terjadinya DBD.

“Sekarang ini masih minggu-minggu terendah DBD, jadi belum mulai naik lagi. Itu kan mingguan laporannya, di mingguan itu yang tertinggi Januari Februari. Kemudian turun, turun, minggu terendah di Agustus mulai pada posisi hampir flat,” jelas Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi, Senin, 2 Oktober 2017.

Eka mengakui masih ada satu dua kasus DBD yang muncul, salah satunya di Kota Mataram. Kondisi wilayah Mataram yang padat penduduk juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya DBD.

Sekarang ada kasusnya, jadi DBD itu sekarang dengan anomali cuaca ini sepanjang tahun ada. Kalaupun ada, satu dua kasus muncul. Seperti di Kota Mataram, kemarin muncul beberapa kasus karena memang Mataram itu kan padet penduduknya,” paparnya.

Antisipasi dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan menurut Eka bisa dilakukan. Selokan yang kotor dan mampet, berpotensi besar menjadi sarang jentik nyamuk DBD. Meski demikian, diakui pula telur jentik nyamuk yang mampu bertahan hidup di tempat tak berair menjadi kendala penuntasan wabah DBD.

“Telur jentik DBD itu dalam keadaan kering bisa bertahan dua tahun, ndak mati walaupun tidak ada air. Begitu tempat itu datang air langsung dia jadi jentik dalam sekian hari. Itu makanya DBD itu agak sulit dibasmi,” pungkasnya. (ros)

BERITA TERKAIT :