Suara NTB » News » Headline » BKKBN Provinsi NTB Adakan Aksi GenRe Berbasis Ponpes di Bagu
BKKBN Provinsi NTB Adakan Aksi GenRe Berbasis Ponpes di Bagu BKKBN Provinsi NTB Adakan Aksi GenRe Berbasis Ponpes di Bagu
Suasana kegiatan BKKBN Perwakilan NTB di Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata. (Suara NTB/uul)
Praya (Suara NTB) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali melaksanakan Aksi GenRe Akademi Kreatif Santri Berbasis Pondok... BKKBN Provinsi NTB Adakan Aksi GenRe Berbasis Ponpes di Bagu

Praya (Suara NTB) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali melaksanakan Aksi GenRe Akademi Kreatif Santri Berbasis Pondok Pesantren pada Senin, 25 September 2017. Aksi GenRe kali ini bertempat di Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata yang dihadiri oleh ratusan santriwan-santriwati dari berbagai pondok pesantren di Lombok.

Menurut Kepala Bidang Advokasi Penggerakan Informasi (Akpin) BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samsul Anam, M.Ph, acara ini dilaksanakan untuk mengajarkan peserta terutama remaja dalam memahami kesehatan reproduksi. “Juga untuk memahami makna salam GenRe yaitu anti seks bebas, anti pernikahan dini, dan anti narkoba,” jelasnya. Ketiga hal tersebut merupakan permasalahan umum yang dihadapi oleh remaja sekarang.

Samsul menerangkan ketiga hal itu dapat membuat para remaja bisa gagal meraih cita-cita yang ingin dicapainya. “Oleh karena itu, dengan adanya acara ini diharapkan para peserta yang yang ada di sini bisa melatih lifeskill yang mumpuni untuk masa depan nantinya,” jelasnya. Selain itu, dengan melatih lifeskill yang dimiliki, imbuhnya, dapat mengembangkan kreativitas para peserta.

Dirinya juga mengingatkan peserta tentan slogan BKKBN yaitu 2 anak cukup. “Kalau memiliki anak banyak, sekarang kita menghadapi keterbatasan lahan serta tingginya angka pengangguran,” kata Samsul. Acara Aksi GenRe kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Ponpes Qamarul Huda, Dr. H. Lalu Azhari.

Baca juga:  BKKBN Targetkan Tahun 2025 Laju Pertumbuhan Penduduk Mulai Seimbang

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Aksi Genre oleh Dr Saimi,S.Km, M.Kes dari STIKES Qamarul Huda. Ia menjelaskan tentang permasalahan yang dihadapi oleh para remaja seperti hamil di luar nikah, narkoba, seks bebas dan lainnya. “Untuk itu, remaja haruslah memiliki pendidikan yang tinggi minimal sarjana karena sekarang tingkat persaingan semakin ketat,” jelasnya. ia juga mengingatkan perlunya remaja untuk memperhatikan kesehatan reproduksi.

Saimi juga mengingatkan agar para peserta yang hadir untuk tidak melakukan pernikahan dini di bawah usia 20 tahun yang menyebabkan banyaknya janda dan duda di bawah umur. “Di Lombok Tengah, data terbaru mengatakan jika setiap harinya ada 10 janda baru terus bermunculan,” tukasnya. Padahal pernikahan dini bagi remaja, tambahnya, memiliki efek negatif bagi remaja itu sendiri. “Bisa menyebabkan ketidakteraturan tekanan darah selama kehamilan, infeksi, bayi prematur, berat bayi rendah serta kanker rahim,” jelasnya.

Baca juga:  Kepala BKKBN RI Ajak Mahasiswa Muhammadiyah Hindari Nikah Dini

Direktur Advokasi dan KIE BKKN Pusat, Sugiyono, S.Pd,M.M, menjelaskan salam GenRe ini merupakan pengingat agar para remaja tidak melakukannya. “Tidak melakukan seks bebas agar terhindar dari penyakit kelamin dan menghindari pernikahan dini agar siap dari segala sisi saat menikah nanti,” sahutnya. Ia menambahkan apalagi dengan adanya pondok pesantren yang membuat santrinya memiliki pemahaman keagamaan bisa menjadi tameng mereka dalam bergaul.

“Di hari santri nasional tanggal 22 Oktober nanti, BKKBN akan membagikan buku tentang program GenRe di 2.000 pesantren di seluruh Indonesia,” kata Sugiyono. Dengan buku tersebut, bisa menjadikan santri sebagai teladan dan menyampaikan pesan tentang program GenRe. “Dengan adanya acara seperti ini bisa menjadi ajang kreativitas santri sehingga dapat memberikan motivasi dan inspirasi,” tukasnya. Aksi GenRe Berbasis Pondok Pesantren ini juga dirangkaian dengan kegiatan lomba penyuluhan serta lomba cerdas cermat yang diikuti para santriwan-santriwati. (uul/*)

 

BERITA TERKAIT :