Suara NTB » News » Headline » Jadi Geopark Dunia, Rinjani Disyaratkan Beda dari Gunung Batur
Jadi Geopark Dunia, Rinjani Disyaratkan Beda dari Gunung Batur Jadi Geopark Dunia, Rinjani Disyaratkan Beda dari Gunung Batur
Pendakian di Gunung Rinjani (suarantb.com/ist)
Mataram (suarantb.com) – Hendak mendapatkan pengakuan sebagai geopark dunia, Gunung Rinjani disyaratkan harus memiliki perbedaan dari Gunung Batur yang berada di Bali. Sebab keduanya... Jadi Geopark Dunia, Rinjani Disyaratkan Beda dari Gunung Batur

Mataram (suarantb.com) – Hendak mendapatkan pengakuan sebagai geopark dunia, Gunung Rinjani disyaratkan harus memiliki perbedaan dari Gunung Batur yang berada di Bali. Sebab keduanya sama-sama memiliki karakteristik gunung berapi aktif. Sementara Gunung Batur telah mendapatkan predikat geopark dunia lebih dulu dari Rinjani.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB sekaligus GM Geopark Rinjani, H. Chairul Mahsul mengakui adanya persyaratan tersebut. Ia menyatakan syarat utama dan terpenting tentang perbedaan Rinjani dengan Gunung Batur telah rampung dikerjakan.

“Dari sepuluh rekomendasi yang diberikan, satu yang penting tentang perbedaan antara Gunung Agung dengan Gunung Rinjani sudah selesai. Tinggal kita kirimkan,” ungkapnya, Jumat, 21 April 2017.

Pemprov NTB diberi rentang waktu dua tahun untuk menyelesaikan sepuluh rekomendasi yang diajukan UNESCO. Untuk menjadikan Rinjani masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGG). Dan selain rekomendasi pertama itu, beberapa rekomendasi lain juga telah dipenuhi, meski tidak berperan signifikan dalam kelulusan Rinjani sebagai geopark dunia.

Baca juga:  Pendaki Asal Kendal Ini Bawa Sepeda Ontel Sampai Puncak Rinjani

“Tapi banyak rekomendasi lain yang tidak signifikan yang kita tindak lanjuti. Sudah kita laksanakan meski tidak mempengaruhi kelulusan,” ucapnya.

Sedikitnya ada lima hal pokok untuk menjadi geopark global. Kelima hal pokok itu adalah pertama, Gunung Rinjani memiliki nilai-nilai warisan geologi penting dari aspek kegunungapian, situs warisan alam berupa kaldera, kerucut-kerucut gunung api muda, lapangan solfatara, mata air panas, dan bentangan lainnya yang mempunyai nilai estetika tinggi seperti air terjun.

Kedua, situs-situs geologi gunung api mempunyai makna bagi pengembangan ilmu pengetahuan kebumian dan pendidikan. Ketiga, Gunung Rinjani telah mempunyai badan pengelola, yakni Rinjani Tracking Manajemen Board (RTMB), yang melibatkan warga lokal setempat secara aktif. Keempat, penyelenggara pariwisata berbasis geologi yang telah banyak memberi manfaat berupa pertumbuhan ekonomi lokal melalui jasa pemandu, penginapan, rumah makan, transportasi, dan penjualan cendera mata.

Baca juga:  UNESCO Beri Tenggat Dua Tahun Rinjani Menjadi UGG

Kelima, sebagai bentuk keberhasilan pengembangan pariwisata karena Gunung Rinjani telah memperoleh tiga penghargaan internasional yakni “World Legacy Award” untuk kategori “Destination Stewardship” dari “Conservation International and National Geographic Traveler” 2004, finalis “Tourism for Tomorrow Award” masing-masing tahun 2005 dan 2008.

Kawasan Gunung Rinjani  mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lombok Utara eluas 12.360 hektar, Lombok Tengah seluas 6.824 hektar dan Lombok Timur luas kawasan 22.146 hektar. Salah satu pesona unggulan TNGR adalah Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.010 meter dari Gunung Rinjani yang tingginya mencapai 3.726 meter dari permukaan laut. (ros)

BACA BERITA LAINNYA :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *