Suara NTB » News » Ekonomi » Bangun Smelter, AMNT Siapkan Rp 10 Triliun
Bangun Smelter, AMNT Siapkan Rp 10 Triliun Bangun Smelter, AMNT Siapkan Rp 10 Triliun
Aktivitas pertambangan di Batu Hijau, yang kini dikelola PT. AMNT (Suara NTB/bul)
Mataram (Suara NTB) – Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sedang mempersiapkan pendanaan untuk membangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat. Kebutuhannya mencapai satu miliar Dolar... Bangun Smelter, AMNT Siapkan Rp 10 Triliun

Mataram (Suara NTB) – Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sedang mempersiapkan pendanaan untuk membangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat. Kebutuhannya mencapai satu miliar Dolar Amerika, atau setara dengan sekitar Rp 10 triliun.

Menurut Manajer Hubungan Pemerintah PT. AMNT, H. Kasan Mulyono, sesuai kebijakan pemerintah, perusahaan ini harus mengikutinya. “Kalau tidak bangun smelter, tidak dapat IUPK, tidak bisa ekspor,” katanya usai kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Izin Dumping Tailing kepada puluhan stakeholder-nya di Mataram, Kamis, 20 April 2017.

Perusahaan sedang berupaya mempersiapkan pendanaan jumbo dimaksud. Lahan yang digunakan untuk pembangunan smelter telah dipersiapkan ratusan hektar di Benete. “Minggu depan Menteri akan datang berkunjung,” imbuh Kasan.

Smelter dengan konstruksinya yang akan dipersiapkan bertahap ini, menurutnya dapat mengkonsumsi bahan baku produksi satu juta ton pertahun saat beroperasinya. Karena itulah, AMNT sedang mempersipkan pengeboran di Dodo Rinti pasca puasa Ramadhan tahun ini untuk mempersiapkan bahan baku kebutuhan smelter mendatang.

Baca juga:  Soal Isu AMNT, DPRD KSB Datangi Kementerian ESDM

Untuk memenuhi kebutuhan operasional smelter, Kasan menambahkan, tak cukup hanya mengandalkan bahan baku hasil tambang dari NTB. Rencananya, AMNT akan mendatangkan pasokan bahan baku konsentrat dari luar negeri.

“Tidak cukup hanya dari hasil produksi tambang di dalam daerah. Karena itulah, intinya perusahaan sedang fokus untuk memperbanyak investasi saat ini,” teragngnya lagi.

Selain pendanaan untuk smelter, AMNT juga harus mempersiapkan biaya operasional untuk menambang pada fase VII. Pada fase VII perusahaan telah memperhitungkan akan menggali kandungan inti. Untuk itu, perusahaan rela berinvestasi dengan anggaran sebesar 1,8 miliar Dolar Amerika, atau setara dengan lebih dari Rp 20 triliun.

Baca juga:  Pemkot Mataram Trauma Dikibuli Investor

“Perusahaan tidak main-main mempersiapkannya untuk memasuki penggalian di fase tujuh. Tahun ini, fase enam sudah selesai,” ujarnya.

Seperti apa kondisi operasional tambang saat ini? Kasan menambahkan, perusahaan akan segera menggarap untuk merampungkan penggalian di fase VI. Hanya saja kondisi lubang saat ini masih berisi air. Sehingga operasional di tambang masih melakukan pengolahan stock file yang msih tertumpuk.

“Stock file kita masih jutaan ton. Ini yang masih diolah sementara menggarap fase VI dan masih eksplorasi untuk memperluas usaha tambang,” terang H. Kasan Mulyono. (bul)

BACA BERITA LAINNYA :