Suara NTB » News » Kota Mataram » “Berugak” di Pasar Panglima Harus Segera Dipindah
“Berugak” di Pasar Panglima Harus Segera Dipindah “Berugak” di Pasar Panglima Harus Segera Dipindah
Berugak atau gazebo di sekitar Pasar Panglima, Cakranegara Barat. (Suara NTB/ynt)
Mataram (Suara NTB) – Transaksi prostitusi diduga masih berlangsung di sekitar Pasar Panglima atau Pasar Beras, Kelurahan Cakranegara Barat, Cakranegara. Salah satu tempat yang... “Berugak” di Pasar Panglima Harus Segera Dipindah

Mataram (Suara NTB) – Transaksi prostitusi diduga masih berlangsung di sekitar Pasar Panglima atau Pasar Beras, Kelurahan Cakranegara Barat, Cakranegara. Salah satu tempat yang kerap dijadikan tongkrongan para perempuan yang diduga sebagai PSK ialah berugak atau gazebo yang berada di sekitar pasar tersebut. Untuk itu, gazebo harus segera dipindah dari tempat itu. Demikian disampaikan Kepala Satpol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar, Kamis, 20 April 2017.

Menurut Chaerul, gazebo harus segera dipindah Pemerintah Kelurahan Cakranegara Barat. Ia mengatakan rencana pemindahan gazebo ini telah diwacanakan sejak beberapa waktu lalu namun belum dilaksanakan hingga saat ini. Menurutnya jika masih ada perempuan yang nongkrong di Pasar Panglima pada malam hari, ia menduga mereka adalah perempuan yang tak lagi diterima oleh Panti Sosial Budi Rini.

“Mungkin itu mereka yang sudah tidak diterima oleh Budi Rini itu. Sudah saya ingatkan Pak Lurahnya minta pindahkan berugak yang di barat itu. Itu kan seolah-olah tempat persimpangan buat mereka (PSK),” jelasnya.

Baca juga:  LPA NTB Kecewa Vonis Ringan Bule Cabul

Chaerul mengatakan pengawasan akan tetap dilakukan pihaknya. Kendati tak lagi menempatkan petugas khusus berjaga di kawasan itu, pihaknya tetap melakukan pemantauan. “Yang jelas kita terus pengawasannya, melihat perkembangannya,” ujarnya. Saat pihaknya melakukan patroli, jarang ditemukan ada aktivitas transaksi prostitusi atau gazebo tersebut tak lagi dijadikan tongkrongan. Namun pihaknya menduga kawasan itu akan ramai setelah jam patroli usai.

“Namanya manusia, kita patroli jam sembilan, jam sebelas mereka keluar. Main kucing-kucingan terus,” ujarnya. “Yang jelas kita akan tertibkan semuanya, keberadaan mereka di sana,” tambahnya. Memang diakui Chaerul pihaknya tak lagi menempatkan petugas khusus berjaga semalaman di Pasar Panglima. Tapi setiap ada tugas patroli, kawasan itu selalu dilewati.

Baca juga:  LPA NTB Kecewa Vonis Ringan Bule Cabul

Selain Pasar Panglima, kawasan yang diduga sebagai tempat transaksi prostitusi ialah di sekitar Pasar Selak, Kelurahan Bertais, Sandubaya. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan agar pedagang di kawasan itu dipindah atau ditangani. “Sudah saya koordinasikan dengan Perdagangan bagaimana ini para pedagang yang ada di sana atau yang tinggal di sana. Memang ada laporan dari warga sana terkait kepemilikan tanah yang mereka tempati. Nanti kita koordinasikan dengan Pak Lurahnya, dengan APKLI-nya, dengan Perdagangan,” demikian Chaerul Anwar. (ynt)

BACA BERITA LAINNYA :