Suara NTB » News » Headline » Berkat Kisah Sukses Program Pijar, Bupati Dompu Jadi Pembicara Seminar Nasional di NTT
Berkat Kisah Sukses Program Pijar, Bupati Dompu Jadi Pembicara Seminar Nasional di NTT Berkat Kisah Sukses Program Pijar, Bupati Dompu Jadi Pembicara Seminar Nasional di NTT
Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin tampil sebagai pembicara seminar nasional di Kupang, NTT, Kamis, 20 April 2017. (Suara NTB/ist)
Dompu (Suara NTB) – Kesuksesan program jagung dalam sebuah gerakan PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) yang cukup masif di Kabupaten Dompu berhasil menekan angka... Berkat Kisah Sukses Program Pijar, Bupati Dompu Jadi Pembicara Seminar Nasional di NTT

Dompu (Suara NTB) – Kesuksesan program jagung dalam sebuah gerakan PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) yang cukup masif di Kabupaten Dompu berhasil menekan angka kemiskinan sejak 2011 lalu. Kesuksesan ini membuat Dompu cukup dikenal hingga tingkat nasional dan dijadikan daerah contoh pengembangan jagung.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin yang berhasil menggerakkan penanaman jagung secara massal sejak awal kepemimpinannya tahun 2010 lalu membuatnya dikenal dan mendapat berbagai penghargaan skala nasional. Ia pun ditunjuk sebagai pembicara pada beberapa pertemuan dan seminar berskala nasional.

Drs. H. Bambang M. Yasin kembali ditunjuk sebagai pembicara pada seminar nasional yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Kupang NTT tentang akselerasi pengembangan pangan dan pertanian dalam rangka mendukung kedaulatan pangan nasional, Kamis (20/4) kemarin.

Bambang menceritakan kisah suksesnya dalam gerakan pengembangan Terpijar (Tebu rakyat, Sapi, Jagung, Rumput Laut) yang kini berkembang mengarah ke agro industri dengan tema “Upaya pengembangan jagung, tebu dan sapi di Kabupaten Dompu”.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin (kanan) duduk diantara para pemateri pada acara seminar nasional yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Kupang NTT, Kamis, 20 April 2017.

Kisah sukses program Terpijar Dompu ini akan menjadi masukan untuk akselerasi pengembangan pangan dan pertanian di NTT. Bupati pun mengungkapkan, awal gerakan pengembangan jagung yang mendapat cibiran dari para elit, tapi mendapat dukungan dari rakyat dan aparatur pemerintah dan TNI/Polri.

Baca juga:  MTQ ke 27 Dinilai Paling Meriah, Kecamatan Dompu Peroleh Dana Pembinaan Senilai 1 Hektar Tebu

Berbagai kendala sempat dihadapi seperti kekurangan pupuk, akses permodalan, penanganan pasca panen, hingga pemasaran dan regulasi. Karena dilakukan dengan fokus dan terus mendorong masyarakat yang melibatkan hingga TNI/Polri, sehingga luas area tanaman jagung yang sebelumnya hanya 4 ribu ha menjadi 49 ribu ha tahun 2017.

“Masyarakat petani pun sekarang sudah pandai memilih, termasuk memilih jenis bibitnya. Bibit bantuan pemerintah pun sempat ditolak petani karena dianggap tidak memberikan hasil maksimal,” ungkap H. Bambang M. Yasin.

Untuk akses permodalan yang sempat menjadi kendala petani jagung, kini berhasil didukung BRI. Bahkan BRI Dompu mendapat nominasi penyaluran KUR tertinggi dan paling kecil kemacetan. Begitu juga dengan pemasaran jagung yang dulunya tidak banyak pembeli, tapi dirinya terus memasarkan ke pengusaha di Surabaya dan Jakarta.

Karena yang diungkap merupakan pengalaman pribadi dengan berbagai lika likunya, H. Bambang M. Yasin pun mendapat kesempatan waktu yang cukup panjang dibandingkan pembicara lain yang dibatasi hanya 15 menit.

Kini Kabupaten Dompu telah berhasil meningkatkan kesejahteraan dari sebelumnya berada pada urutan terakhir dari Kabupaten/Kota di NTB. Mulai dari kemiskinan terendah di NTB setelah Kota Bima dan kota Mataram, daya beli tertinggi di NTB, IPM di urutan ke 3, dan berbagai prestasi lainnya. Dengan gerakan jagung Dompu berhasil menekan import jagung nasional.

Baca juga:  MTQ Tingkat Kabupaten di Pekat, HBY Ajak Masyarakat Buktikan Dompu Hebat

Kesuksesan ini tidak lepas dari keberhasilan daerah dalam membangun pangan dengan fokus penyelesaian masalah secara bertahap. “Kita harus berani memilih komuditas, fokus dan harus siap ambil resiko,” katanya.

Selain program jagung, Kabupaten Dompu kini juga dikenal dengan program tebu. Ini tidak lepas dari keberadaan pabrik gula Tambora oleh PT Sukses Mantap Sejahtera yang berhasil mengembangkan tebu di padang savana lereng gungun Tambora Kecamatan Pekat dan mendorong perkebunan tebu rakyat. Gula Tambora ini pun sudah mulai produksi sejak 2016 lalu dan telah dipasarkan dengan nama gula Tambora.

Kabupaten Dompu juga memiliki potensi tambang tembaga dan bahan galian ikutan lainnya yang dilakukan oleh PT Sumbawa Timur Mining di Kecamatan Huu. Berbagai investasi masuk ke Dompu dan pihaknya selalu memberikan kemudahan, sehingga para investor ini betah berinvestasi di Dompu.

Selain Bupati Dompu yang ditunjuk sebagai pembicara, hadir juga Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI, Dirjen Peternakan Kementrian Pertanian RI, Deputis Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementrian Koordinator bidang Perekonomian, Kepala Bappeda NTT, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang NTT, dan beberapa ahli. (ula/*)

BACA BERITA LAINNYA :